KARIMATA MEDIA, PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan kembali membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 63 titik rawan kekeringan.
Langkah ini untuk mengantisipasi krisis air bersih yang kerap melanda warga saat musim kemarau.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan, Muharram mengatakan, pembangunan SPAM menjadi salah satu upaya menekan jumlah desa yang terdampak kekeringan setiap tahun.
“Program ini merupakan bagian dari solusi nyata Pemkab untuk mengurangi dampak kekeringan. Tahun ini ada 63 unit yang dibangun, dan sesuai SK terdapat 70 lokasi pengembangan. Total ada 133 lokasi SPAM yang akan tersebar di seluruh kecamatan,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya.
Ia menambahkan, anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut mencapai Rp8,3 miliar. Jumlahnya lebih kecil dibanding tahun sebelumnya karena ada penyesuaian kemampuan anggaran daerah.
“Pada 2024 lalu, pembangunan SPAM tersebar di 75 titik dengan anggaran Rp15 miliar, sedangkan pada 2023 mencapai 105 titik dengan total anggaran Rp22 miliar,” jelasnya.
Muharram menegaskan, meski jumlah titik SPAM tahun ini lebih sedikit, Pemkab memastikan kualitas pembangunan tetap maksimal agar dapat menjawab kebutuhan air bersih masyarakat. (Ziyad/Ans)
Karimata Media Dinamika Madura