KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – QR code BBM milik ambulans Yayasan dengan nomor polisi M 1428 AS diduga disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, ambulans Suzuki APV yang sedang membawa pasien pulang dari RSUD Haji Surabaya terkendala mengisi bahan bakar karena kuota 50 liter tercatat telah digunakan sebelumnya.
Penanggung jawab ambulans sekaligus Pendengar Karimata, Erwin, mengatakan kejadian itu diketahui saat armadanya hendak mengisi BBM Pertalite di SPBU Jrengik Sampang, setelah mengantar pasien dari Sumenep ke RSUD Haji Surabaya.
Menurut Erwin, ambulans tersebut masih berada di Surabaya sekitar pukul 16.00 WIB dan mulai perjalanan pulang sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, saat tiba di SPBU Jrengik sekitar pukul 17.00 WIB, pengisian BBM tidak dapat dilakukan karena QR code milik ambulans tercatat telah digunakan di Pamekasan pada sore hari.
“Berarti enggak masuk akal dong ambulans kami masih ada perjalanan dari Surabaya, ternyata ada yang mengisi bensin dengan pakai barcode kami,” ujarnya saat On Air di Radio Karimata Dinamika Madura, Selasa (27/10/2026) malam.
Ia menyebut, berdasarkan informasi yang muncul pada sistem, pengisian tercatat berlangsung sekitar pukul 16.48 WIB di SPBU berkode 5469311 yang diduga berada di kawasan Larangan Badung, Pamekasan. Pengisian tersebut tercatat mencapai 50 liter.
Erwin menyayangkan penggunaan QR code ambulans tanpa kehadiran kendaraan yang bersangkutan. Menurutnya, pengisian BBM semestinya dilakukan dengan membawa unit kendaraan yang sesuai dengan data QR code.
“Kalau saya tidak mempunyai persangka, cuman saya menyayangkan, kenapa orang bisa memakai QR code mengisi bensin dengan QR code-nya kami tapi tidak membawa unit,” tegasnya.
Erwin juga mengaku tidak pernah menggandakan atau memfotokopi QR code tersebut. Ia berharap persoalan ini dapat ditelusuri lebih lanjut dengan meminta penjelasan kepada pihak Pertamina agar kejadian serupa tidak terulang.
Menurutnya, kendala pengisian BBM tersebut berdampak langsung terhadap pelayanan ambulans, terlebih saat kendaraan sedang membawa pasien yang baru selesai menjalani rawat inap.
“Kalau enggak ada pasiennya sih enggak apa-apa, kita masih bisa nunggu dua jam, enggak masalah. Ini ada pasien,” ungkapnya.
Erwin berharap ada penelusuran terhadap penggunaan QR code tersebut agar pengisian BBM ambulans tidak kembali terkendala saat menjalankan tugas pelayanan pasien.
Sementara itu, Karimata Media telah mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. Namun, hingga berita ini dimuat, belum ada tanggapan yang diterima. (Lumi/Yan)
Karimata Media Dinamika Madura