KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 17 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mendorong pemanfaatan potensi lokal di Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, melalui sosialisasi pengolahan limbah serabut kelapa menjadi cocopeat dan cocopot, serta pemanfaatan bunga telang menjadi teh herbal.
Dua kegiatan yang digelar pada Minggu (12/7/2026) itu diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Ketua KKN Reguler Kelompok 17 UTM menjelaskan, kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi desa yang selama ini belum dimaksimalkan.
“Pemanfaatan limbah kelapa, khususnya serabut kelapa, bertujuan menjaga lingkungan sekaligus memberikan ide bisnis kepada UMKM di Desa Dempo Timur agar dapat menambah pendapatan masyarakat. Begitu pula bunga telang, kami berharap masyarakat tidak hanya melihatnya sebagai tanaman hias, tetapi juga sebagai produk herbal yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Dalam kegiatan sosialisasi pemanfaatan serabut kelapa, mahasiswa memperkenalkan cocopeat sebagai media tanam organik yang mampu menyerap dan menyimpan air dengan baik, serta cocopot sebagai pot tanam ramah lingkungan yang dapat terurai secara alami sehingga menjadi alternatif pengganti pot plastik. Peserta juga mendapat demonstrasi langsung mengenai proses pengolahan serabut kelapa hingga menjadi produk siap pakai.
Sementara pada sosialisasi pembuatan teh herbal bunga telang, mahasiswa memberikan materi mengenai manfaat bunga telang yang kaya antioksidan, teknik budidaya, pemanenan, pengeringan, hingga proses penyeduhan dan pengemasan produk agar memiliki nilai jual.
Kedua kegiatan berlangsung interaktif dengan diikuti masing-masing 19 peserta pada sosialisasi serabut kelapa dan 18 peserta pada sosialisasi bunga telang. Masyarakat aktif berdiskusi mengenai teknik pengolahan, manfaat produk, hingga peluang pemasaran sebagai produk unggulan desa.
Ketua KKN Reguler Kelompok 17 UTM menambahkan, program tersebut diharapkan mampu menjadi langkah awal lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Melalui sosialisasi ini kami berharap masyarakat dapat mengembangkan produk berbasis sumber daya lokal menjadi peluang usaha baru yang mampu memperkuat UMKM, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi Desa Dempo Timur secara berkelanjutan,” katanya.
Kepala Desa Dempo Timur mengapresiasi program pemberdayaan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UTM. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai pemanfaatan potensi desa yang selama ini belum banyak dikembangkan.
“Kami berharap program ini tidak berhenti saat KKN selesai. Masyarakat diharapkan dapat melanjutkan dan mengembangkannya menjadi produk unggulan desa yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung perkembangan UMKM di Desa Dempo Timur,” ungkapnya. (Ainul/Lum)
Karimata Media Dinamika Madura