KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Persiapan pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 di Kabupaten Pamekasan terus dimatangkan. Saat ini, tahapan yang berjalan meliputi vaksinasi COVID-19 dan polio, setelah sebelumnya vaksin meningitis telah rampung dilaksanakan.
Selain itu, sekitar 500 koper jemaah juga telah didistribusikan dan sisanya dijadwalkan dibagikan per kloter.
Kepala Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Pamekasan Abdul Halim, menyampaikan total jemaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini mencapai 1.384 orang, yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 73, 74, 75, dan 76.
“Total jemaah ada 1.384 orang, terbagi dalam empat kloter. Seluruhnya berada di sektor 4 daerah Raudhah. Rencananya, jemaah akan menuju Mekkah terlebih dahulu, baru setelah pelaksanaan haji dilanjutkan ke Madinah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh dokumen keberangkatan telah siap. Paspor jemaah sudah selesai 100 persen dan visa juga telah terbit. Jadwal keberangkatan direncanakan pada 10 Mei 2026 pukul 03.00 WIB hingga sore hari. Sementara itu, agenda pelepasan resmi oleh Bupati Pamekasan masih menunggu penjadwalan.
Meski demikian, masih terdapat tahapan akhir yang sedang diselesaikan. Hingga saat ini, progres persiapan telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya sebelum hari keberangkatan.
Untuk mengantisipasi risiko kesehatan, khususnya bagi jemaah lanjut usia, pihak Kemenag telah berkoordinasi dengan tenaga kesehatan. Setiap kloter akan didampingi dokter, serta dilakukan pemantauan dan tes kebugaran guna memastikan kondisi jemaah tetap prima selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Terkait isu geopolitik yang berkembang, pihaknya berharap tidak berdampak terhadap perjalanan ibadah haji. Penerbangan jemaah dipastikan dilakukan langsung menuju Mekkah tanpa transit.
Selain itu, Abdul Halim juga menegaskan bahwa program haji furoda sejak tahun 2025 sudah tidak diberlakukan. Pengamanan di Masjidil Haram kini semakin ketat, dengan pengawasan berlapis.
“Kami juga melakukan pemantauan ke travel umroh, memastikan tidak ada pemberangkatan haji furoda. Ini penting agar tidak ada masyarakat yang nekat berangkat tanpa prosedur resmi,” tegasnya. (Anisa/Jun)
Karimata Media Dinamika Madura