LPG 3 Kg siap didistribusikan oleh Pertamina (foto - ist- karimatamedia)

LPG Langka, UMKM Menjerit: Diskop Pamekasan Soroti Dugaan Penimbunan Pengecer

KARIMATA MEDIA, PAMEKASAN – Kelangkaan LPG yang dirasakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah  (UMKM)  di Pamekasan mulai berdampak pada terganggunya aktivitas produksi. Sejumlah pelaku usaha mengaku kesulitan menjalankan usaha karena pasokan gas yang sulit diperoleh di pasaran.

Zahroh (25), salah satu pelaku UMKM, menuturkan bahwa kelangkaan LPG bukan hanya berdampak pada kenaikan biaya produksi, tetapi juga menghambat aktivitas jualannya secara langsung.

“Kalau mahal, LPG masih bisa kami siasati dengan menaikkan harga jual. Tapi kalau sulit didapat, kami tidak bisa jualan sama sekali,” keluh Zahroh, Selasa (14/04/2026).

Di tengah keluhan tersebut, pemerintah daerah memastikan bahwa pasokan LPG dari distributor sebenarnya tidak mengalami pengurangan. Namun, persoalan diduga terjadi di tingkat pengecer.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Naker Kabupaten Pamekasan, Ahmad Syaifudin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tim satuan tugas (Satgas) yang melibatkan sejumlah instansi untuk melakukan pemantauan langsung ke distributor dan agen LPG.

Baca Juga:  Bus Seruduk Dump Truk di Suramadu, 1 Orang Meninggal Dunia

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa distribusi LPG dari tingkat distributor hingga agen masih dalam kondisi normal dan tidak mengalami pengurangan kuota.

“Temuan di lapangan, jumlah LPG yang disalurkan sebenarnya tidak berubah. Persoalan yang muncul diduga berada di tingkat pengecer,” ujar Syaifudin.

Ia mengungkapkan, terdapat indikasi oknum pengecer yang memanfaatkan situasi global, khususnya kondisi geopolitik di Timur Tengah, untuk meraup keuntungan dengan cara menimbun LPG. Praktik tersebut menyebabkan kelangkaan di tingkat konsumen dan memicu kenaikan harga.

“Ketika barang ditimbun, otomatis menjadi langka dan berdampak pada kenaikan harga. Ini yang membuat pelaku UMKM menjerit karena produksi mereka terganggu,” tegasnya.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini, 23 Februari 2025: Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir

Syaifudin pun mengingatkan para pengecer agar tidak memanfaatkan kondisi tersebut untuk kepentingan pribadi. Ia menegaskan, praktik penimbunan akan berujung pada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

“Saya mengimbau kepada para pengecer LPG agar tidak mengambil keuntungan di atas penderitaan masyarakat. Jika terbukti melakukan penimbunan, akan ada tindakan tegas dari kepolisian,” katanya.

Di sisi lain, ia juga meminta para pelaku UMKM untuk lebih bijak dalam menggunakan LPG di tengah situasi yang belum stabil.

“Untuk sementara, gunakan LPG sehemat mungkin. Jangan boros, karena kondisi global memang sangat mempengaruhi harga minyak dan gas,” pungkasanya. (Sukri/Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *