KARIMATA MEDIA, SUMENEP — Sebanyak 13 jemaah haji asal Kabupaten Sumenep hingga kini belum masuk dalam kelompok terbang (kloter) keberangkatan tahun 2026. Mereka berstatus sebagai jemaah cadangan yang sewaktu-waktu bisa diberangkatkan.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sumenep, Ahmad Halimy, menjelaskan bahwa jemaah cadangan memang disiapkan untuk mengisi kekosongan kursi di dalam kloter.
“Ada 13 jemaah yang sampai hari ini belum mendapatkan kloter. Artinya mereka nanti akan mengisi kursi kosong,” ujar Halimy.
Ia menambahkan, kekosongan dalam kloter bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti adanya jemaah yang sakit mendadak, mengundurkan diri, atau meninggal dunia sebelum keberangkatan.
“Jemaah cadangan memang harus siap berangkat kapan saja dan dari kloter mana saja. Karena kekosongan itu bisa terjadi sewaktu-waktu,” katanya.
Menurut Halimy, sejak awal para jemaah cadangan sudah diberi pemahaman terkait kemungkinan tersebut, sehingga diharapkan tetap siap baik secara fisik maupun administrasi.
“Jadi mereka sudah disiapkan dan diberitahu dari awal agar siap berangkat kapan saja,” pungkasnya. (Sukri/Lum)
Karimata Media Dinamika Madura