KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Polres Pamekasan menggelar Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik dan berbagai aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Kapolres Pamekasan, Hendra Eko Triyulianto, mengatakan pengamanan dilakukan dengan menyiapkan lima pos pengamanan (Pos PAM) di sejumlah titik strategis.
Ia menjelaskan, pos tersebut ditempatkan di kawasan Arek Lancor, Larangan, Kecamatan Tlanakan, serta Pasean untuk membantu pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Hari ini kita melaksanakan Operasi Ketupat 2026. Untuk Polres Pamekasan sendiri, jumlah personel yang dilibatkan sebanyak 246 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Dishub dan instansi terkait lainnya,” ujarnya.
Kapolres mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menuju Pamekasan agar selalu mengutamakan keselamatan selama di perjalanan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang melaksanakan mudik agar berhati-hati, utamakan keselamatan dan gunakan kendaraan dengan standar yang aman. Apabila merasa mengantuk, sebaiknya beristirahat karena di rumah ada keluarga yang menunggu,” katanya.
Ia menambahkan, di pos pelayanan petugas juga menyediakan layanan cek kesehatan dari dinas kesehatan serta minuman seperti kopi bagi para pemudik yang ingin beristirahat sejenak.
“Kalau ada pemudik yang mengantuk, bisa beristirahat di pos pelayanan kami, khususnya di area Arek Lancor,” ucapnya.
Selain itu, Polres Pamekasan juga menyediakan fasilitas penitipan kendaraan bagi masyarakat yang akan meninggalkan rumah saat mudik. Penitipan kendaraan dapat dilakukan di Polres maupun seluruh Polsek di wilayah hukum Polres Pamekasan.
“Untuk penitipan sepeda motor maupun kendaraan lainnya kami utamakan di Polres dan Polsek. Tidak ada batas waktu penitipan dan dijamin aman,” jelasnya.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat terkait penggunaan petasan yang sering menjadi tradisi di beberapa wilayah Pamekasan. Menurutnya, penggunaan petasan dapat membahayakan keselamatan warga.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan petasan. Lebih baik gunakan uangnya untuk kegiatan yang lebih positif,” tegasnya.
Kapolres menambahkan, tradisi balon udara yang diisi petasan juga berpotensi menimbulkan bahaya jika jatuh di permukiman warga.
“Di Pamekasan pernah terjadi rumah dan sekolah terkena ledakan petasan dari balon udara tersebut. Ini sangat berbahaya dan kami berharap masyarakat bisa lebih bijak,” ucapnya.
Ia menyebut ada beberapa titik yang menjadi perhatian, termasuk di Kecamatan Tlanakan, khususnya di Jalan Tanjung yang kerap menggelar kegiatan masyarakat yakni Per-peran.
“Kami juga meminta masyarakat yang menggelar kegiatan hiburan menggunakan sound system agar tidak menempatkannya di badan jalan karena dapat memicu kemacetan.” Pungkasnya. (Bam/Ain)
Karimata Media Dinamika Madura