Prabowo Dorong Gentengisasi, Pengrajin Genteng di Sampang Madura Siap Bangkit

KARIMATAMEDIA, SAMPANG – Pelaku UMKM genteng di Indonesia khususnya di Madura mendapat angin segar setelah Presiden Prabowo Subianto mengenalkan program “Gentengisasi”.

Diketahui Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor pada Senin, 2 Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto merancang program baru yakni “Gentengisasi” sebagai langkah strategis mendukung Gerakan Indonesia ASRI melalui peningkatan hunian masyarakat secara nasional.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengganti penggunaan atap seng dan asbes dengan genteng tanah liat sehingga tercipta rumah yang lebih sehat, ramah lingkungan serta untuk memberdayakan industri manufaktur di tingkat desa.

Salah satu pelaku usaha genteng di Karang Penang Sampang, Mukhtar menyambut baik kebijakan tersebut. Ia menilai program gentengisasi mampu menggerakkan sektor industri rakyat di pedesaan, serta membuka peluang ekonomi bagi pengrajin genteng yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan penjualan.

Baca Juga:  Tiga Pelaku Curanmor Berhasil Diamankan Tim Opsnal Reskrim Polres Pamekasan

“Saya pribadi sangat mendukung sekali. Beberapa waktu terakhir ini penjualan genteng, khususnya di Kecamatan Karampenang, memang sangat menurun,” kata Mukhtar saat on air di Dinamika Madura KARIMATA MEDIA, Sabtu (7/2/2026) siang.

Menurutnya, penurunan penjualan tersebut terjadi karena semakin maraknya penggunaan atap berbahan seng dan asbes yang dinilai lebih praktis, meski kurang ramah lingkungan. Kondisi itu membuat harga genteng di pasaran menjadi relatif murah.

“Penjualannya murah sekarang. Salah satu penyebabnya karena banyak masyarakat beralih ke asbes dan bahan lain,” ujarnya.

Muhtar menjelaskan, proses produksi genteng di tempat usahanya masih dilakukan secara manual, meskipun sebagian pelaku usaha lain sudah mulai menggunakan alat hidrolik. Dalam satu hari, satu orang pekerja mampu memproduksi sekitar 300 hingga 500 genteng.

“Ada berbagai model yang diproduksi, mulai dari genteng mansili, gelombang, hingga genteng bubung. Harganya bervariasi tergantung jenis dan kualitas,” tambahnya.

Baca Juga:  Kenaikan Harga Plastik Jadi Alarm, Masyarakat Diminta Ubah Pola Hidup

Muhtar menegaskan, apabila program Gentengisasi benar-benar difasilitasi oleh pemerintah, pihaknya menyatakan siap sepenuhnya untuk mendukung dan berpartisipasi.

“Siap banget. Dari dulu kami ini sangat menunggu perhatian dari pemerintah. Bahkan kami sudah lama memikirkan konsep genteng yang lebih ekologis dan berkelanjutan,” katanya.

Ia mengungkapkan, usaha genteng yang digelutinya merupakan usaha turun-temurun keluarga. Meski secara pribadi baru menekuni sejak 2013, namun kakeknya telah lama berkecimpung di dunia produksi genteng.

“Siap banget. Dari dulu kami ini sangat menunggu perhatian dari pemerintah. Bahkan kami sudah lama memikirkan konsep genteng yang lebih ekologis dan berkelanjutan,” katanya.

Muhtar berharap program Gentengisasi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto benar-benar dapat direalisasikan dan memberi dampak nyata bagi para pengrajin genteng di daerah. (Ayu/Ns)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *