Asrama Pondok Pesantren Al-Miftah Panyeppen Pamekasan Terbakar, 400 Santri Dipulangkan

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Kebakaran terjadi di Pondok Pesantren Al-Miftah Panyeppen, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, pada Jumat (6/2/2026) malam. Peristiwa tersebut menghanguskan sebagian bangunan asrama santri, namun dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.

Hal itu dibenarkan oleh Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al-Miftah Panyeppen, Maltuful Anam. Ia menjelaskan, bangunan yang terbakar merupakan asrama pondok kecil yang lokasinya terpisah dari kompleks pondok besar. Dari total bangunan pondok kecil, sekitar separuh bagian terdampak kebakaran.

“Soal kebakaran di Pondok Pesantren Al-Miftah Panyeppen memang benar. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Yang terbakar itu gedung asrama pondok kecil. Antara pondok besar dan pondok kecil memang dipisah. Dari pondok kecil itu, yang terbakar separuh bagian, ada di sebelah utara dan selatan. Untuk yang sebelah selatan dihuni sekitar 400 santri,” jelasnya.

Baca Juga:  Hari AIDS Sedunia: Refleksi Perjalanan 37 Tahun Memerangi HIV/AIDS

Akibat kebakaran tersebut, sedikitnya 14 ruangan mengalami kerusakan, salah satunya dua kantor, serta satu perpustakaan. Perpustakaan tersebut diketahui juga menjadi tempat penyimpanan buku dan berbagai hasil karya santri, termasuk lukisan berbahan styrofoam dan gabus yang mudah terbakar.

Terkait penyebab kebakaran, Maltuful Anam menyampaikan bahwa hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang terjadi di area perpustakaan.

Baca Juga:  Gol Penalti Warnai Laga Madura United vs Persita, Skor Berakhir 1-1

“Tadi malam sudah bersama tim Inafis. Dugaan sementara akibat korsleting listrik di perpustakaan. Namun nanti akan dilakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kebakaran yang sebenarnya,” tambahnya.

Ia juga menambahkan, pasca kebakaran tersebut, pihak pondok terpaksa meliburkan dan memulangkan sementara para santri yang terdampak. Kebijakan tersebut diambil karena kondisi bangunan asrama tidak memungkinkan untuk ditempati.

“Santri terpaksa kami pulangkan lebih awal. Apalagi memang sudah mendekati masa libur Ramadhan yang biasanya tanggal 5. Sekarang kami majukan. Sekitar 400 santri kami liburkan dipulangkan ke rumah masing-masing,” pungkasnya. (Ag/Sol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *