Proses Wisuda. (Ist-KarimataMedia)

Wisuda Ke-XIX Dubaja Pamekasan, Cetak Santri Unggul Berilmu dan Berakhlak

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Pondok Pesantren Darul Ulum II Baled Dhajah (Dubaja) Islamic Boarding School menggelar wisuda ke-XIX yang berlangsung khidmat dan meriah di Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Selasa (03/02/2026).

Sebanyak 165 santriwan dan santriwati resmi diwisuda dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Ponpes Dubaja.

Kiai Abdus Salam, S.Pd., Mudirul Ma’had Dubaja Islamic Boarding School, mengatakan para wisudawan berasal dari sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya program Tahfidzul Quran, Maktubah (program baca kitab), Madrasah Diniyah Tarbiyatul Adfal (MDTA), serta Sekolah Tarbiyatul Muta’allimin (STM).

“Wisuda ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal pengabdian santri di tengah masyarakat. Kami ingin santri Dubaja memiliki bekal ilmu agama yang kuat, keterampilan yang hebat, dan akhlakul karimah yang terus melekat,” ujar Kiai Abdus Salam.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Siapkan Pinjaman Modal Usaha dengan Bunga Pinjaman Mulai 1 Persen

Prosesi wisuda dikemas secara megah dengan beragam penampilan kreasi santri. Mulai dari pemutaran film pendek karya santri, tarian tradisional, hingga lantunan sholawat yang menambah kekhidmatan dan kesejukan suasana acara.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan santri, wali murid, tokoh masyarakat, serta para kiai. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, Ketua DPRD Pamekasan Ali Maskur, serta anggota DPRD Pamekasan Munaji, Juma’ah, Armidin, Bukhari, dan Abdur Rasyid Shaleh yang juga merupakan alumni Ponpes Darul Ulum II Baled Dhajah.

Kiai Abdus Salam juga menjelaskan makna filosofis nama Dubaja, yang berarti dua baja. Nama itu mencerminkan perjuangan dua tokoh pendiri Ponpes Baled Dhajah, yakni almarhum Kiai Sholihuddin dan almarhum Kiai Usman.

Baca Juga:  Madura United Resmi Tunjuk Carlos Parreira, Bawa Semangat Baru untuk Laskar Sape Kerrab

“Perjuangan beliau berdua, Dubaja terus kuat. Alhamdulillah, hingga kini terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan pendidikan diniyah, Al-Qur’an, dan keterampilan santri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pamekasan Ali Maskur menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan di lingkungan pesantren. Menurutnya, Pondok Pesantren Dubaja harus tetap menjadi ruang tumbuhnya cita-cita besar para santri.

“Santri sekali terpatri, maka angan-angan juga harus terpatri. Dari pesantren inilah santri berlari dari kebodohan menuju kecerdasan,” ucap Ali Maskur.

Pihaknya berharap Pondok Pesantren Darul Ulum II Baled Dhajah mampu menjawab tantangan zaman dengan menghadirkan ilmu-ilmu yang relevan. Meski berada di wilayah pinggiran. (Melli/Suk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *