Cuaca Ekstrem Terjang Tiga Kecamatan di Sumenep, 185 Bangunan Rusak dan Lima Warga Jadi Korban

KARIMATAMEDIA, SUMENEP – Hujan deras yang disertai angin kencang hingga puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep, Minggu (01/02/2026) sore. Akibat peristiwa cuaca ekstrem tersebut, ratusan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan di tiga kecamatan berbeda.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sumenep, A. Laili Maulidy, mengatakan berdasarkan data sementara, dampak terparah terjadi di Kecamatan Pragaan, tepatnya di Desa Karduluk, dengan jumlah bangunan dan rumah terdampak mencapai 178 unit.

“Selain Pragaan, angin kencang juga menyebabkan kerusakan di Kecamatan Bluto dan Kecamatan Guluk-guluk,” kata A. Laili Maulidy kepada Gatekeeper Karimata Media, Senin (02/02/2026).

Baca Juga:  Penganiayaan di Kowel Pamekasan Terungkap, Pelaku Diduga Menyimpan Dendam Lama

Ia menjelaskan, di Kecamatan Bluto, tepatnya di Desa Pakangangan Tengah, tercatat dua rumah warga mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, satu unit kendaraan roda empat (R4) dan lima unit kendaraan roda dua (R2) juga dilaporkan rusak akibat terjangan angin kencang.

Sementara di Kecamatan Guluk-guluk, Desa Guluk-guluk, angin kencang merusak lima rumah warga, dua kios, serta satu ruang kelas MTs Putri Annuqayyah yang turut terdampak cukup signifikan.

“Untuk penanganan saat ini, tim gabungan dari Dinas PUTR, Perkimhub, dan BPBD masih melakukan proses assessment di lapangan guna memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan lanjutan,” jelasnya.

Baca Juga:  Mobil Avanza Seruduk Toko di Sumenep, 1 Orang Meninggal

Selain kerusakan material, peristiwa tersebut juga mengakibatkan korban luka. Berdasarkan laporan sementara, terdapat lima orang korban yang seluruhnya merupakan warga Desa Pakangangan Tengah.

“Dari lima korban tersebut, empat orang mengalami luka ringan, sementara satu orang masih menjalani perawatan lanjutan,” ungkap A. Laili Maulidy.

BPBD Kabupaten Sumenep mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi, serta segera melaporkan apabila terdapat kerusakan atau kondisi darurat di wilayah masing-masing. (Bam/Faz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *