KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Identitas Kabupaten Pamekasan sebagai Kota dan Kabupaten Batik dinilai mulai meredup. Pemerintah Kabupaten Pamekasan berkomitmen menghidupkan kembali kejayaan batik lokal yang selama ini menjadi salah satu kebanggaan dan potensi unggulan daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, saat memberikan sambutan dalam acara Kemilau Madura bertajuk Pesona Budaya Pamekasan di kawasan Monumen Arek Lancor, Senin (02/11/2026) malam. Ia mengingatkan kembali sejarah Pamekasan sebagai daerah yang memiliki identitas kuat dengan budaya batik.
Menurutnya, perjalanan batik Pamekasan memiliki catatan sejarah tersendiri. Salah satunya melalui kegiatan membatik sepanjang 1.530 meter yang digelar pada 2009, sebagai bentuk penguatan identitas Pamekasan sebagai Kota Batik.
“Alhamdulillah, sampai saat ini Kota Batik, Kabupaten Batik sudah mulai redup. Insyaallah akan kita hidupkan kembali, akan kita semarakkan kembali,” ungkapnya.
Bupati menjelaskan, angka 1.530 meter pada kain batik tersebut diambil dari tahun berdirinya Kabupaten Pamekasan, yakni 1530 Masehi. Kegiatan membatik dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan para pembatik, membentang dari wilayah timur hingga barat Pamekasan dan mengelilingi kawasan Monumen Arek Lancor.
Ia juga meminta para pelaku dan insan batik Pamekasan tidak khawatir terhadap perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, pengembangan batik tetap menjadi bagian dari prioritas pembangunan, meskipun saat ini masih ada sejumlah sektor lain yang perlu didahulukan.
“Bukan karena batik dinomorduakan, tetap nomor satu. Pendidikan juga nomor satu, ekonomi juga nomor satu. Semuanya nomor satu, tidak ada yang dinomorduakan,” tegasnya.
Ia mengakui, pemerintah masih membutuhkan waktu dan kesempatan untuk kembali memberikan perhatian lebih terhadap sektor batik. Karena itu, ia meminta masyarakat, khususnya para pelaku usaha batik, memahami proses penentuan prioritas pembangunan daerah.
“Tinggal menunggu kesempatan, karena masih banyak sektor-sektor yang harus saya dahulukan. Maka mohon maaf apabila sampai saat ini masih belum kita hidupkan kembali,” tambahnya.
Sebagai catatan sejarah, Pamekasan dicanangkan sebagai Kota Batik oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada 24 Juni 2009, saat KH Kholilurrahman menjabat sebagai Bupati Pamekasan periode 2008–2013. Pencanangan tersebut ditandai dengan kegiatan Pamekasan Membatik yang berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui pembuatan kain batik tulis sepanjang 1.530 meter. (Sukri/Sol)
Karimata Media Dinamika Madura