Diikuti 19 Tim TK/RA, Lomba Dialog Anak Meriahkan Hari Jadi ke-496 Pamekasan

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Sebanyak 19 tim TK/RA mengikuti Lomba Dialog Anak yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Pamekasan, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan Tahun 2026.

Berlangsung di lantai 2 Gedung Perpustakaan Daerah M. Tabrani Pamekasan, lomba tersebut mengusung tema Anak Hebat, Berani Bicara, Berbudi Pekerti, dan Cinta Pamekasan.

Kepala Disperpusip Pamekasan, Ulung Sedjati Wirjawan menegaskan bahwa perlombaan tersebut bukan sekadar ajang untuk memperebutkan penghargaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi anak dalam membangun kepercayaan diri dan kemampuan menyampaikan gagasan.

Baca Juga:  Kawasan Eks PJKA Pamekasan Di Tata Ulang, PKL Wajib Transparan dan Tertib

“Juara adalah bonus, namun keberanian berbicara, sikap saling menghargai, dan benih cinta pada Kabupaten Pamekasan yang tertanam hari ini adalah bekal berharga yang akan mereka bawa hingga dewasa kelak,” ungkapnya.

Menurut Ulung, pendampingan terhadap anak tidak cukup hanya melalui latihan hafalan, tetapi juga harus diarahkan pada pembentukan keberanian tampil, kesantunan bertutur kata, dan kemampuan menyampaikan gagasan.

“Kegiatan ini diarahkan untuk melatih keberanian anak dalam berkomunikasi sekaligus menanamkan kesantunan dan kecintaan terhadap daerah sejak usia dini,” ucapnya.

Kepada seluruh peserta, dia berpesan agar tidak takut melakukan kesalahan selama mengikuti perlombaan. Anak-anak diharapkan menikmati setiap proses, tampil percaya diri, dan tetap menghargai peserta lainnya.

Baca Juga:  Warga Larangan Hampir Jadi Korban Begal Payudara, Pelaku Berhasil Diamankan Warga

“Apresiasi juga diberikan atas dukungan panitia, kepala sekolah, guru pembimbing, serta orang tua yang telah berperan dalam mempersiapkan peserta,” tambahnya.

Ulung menambahkan, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari tumbuhnya rasa percaya diri, karakter, dan pengalaman positif selama mengikuti proses pembelajaran.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat ikut membentuk generasi muda yang cakap berkomunikasi, berkarakter, serta memiliki kebanggaan terhadap daerahnya.” Pungkasnya. (Bam/Sol)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *