KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – DPRD Kabupaten Pamekasan menyoroti kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), menyusul antrean kendaraan yang disebut masih mengular hingga malam hari.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail, S.H.I., M.IP, mengatakan keluhan terkait kelangkaan BBM telah banyak disampaikan masyarakat maupun tokoh masyarakat kepada pihaknya. DPRD juga sebelumnya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi melalui Komisi II untuk melihat kondisi di lapangan.
“Memangkan, di samping setiap kali lihat stoknya mungkin terbatas begitu, kalau nggak terbatas mungkin tidak akan ada antrean yang begitu panjang. Kadang sampai malam,” kata Ismail saat On Air di Radio Karimata, Jumat (04/09/2026) pagi.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dievaluasi untuk memastikan penyebab sebenarnya, apakah berkaitan dengan berkurangnya pasokan atau persoalan stok BBM secara nasional. Ia mencontohkan antrean panjang yang masih terjadi di sejumlah SPBU, bahkan hingga larut malam.
“Beberapa waktu yang lalu saya juga di SPBU Asemmanis itu, jam 11 malam itu antrean masih mengular,” ujarnya.
Ismail juga menanggapi informasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan BBM jenis solar diborong untuk memenuhi kebutuhan aktivitas Galian C di wilayah utara Pamekasan. Namun, hingga saat ini pihak DPRD belum menerima informasi yang memastikan dugaan tersebut.
“Kalau kami sendiri sementara masih belum mendapatkan informasi itu,” jelasnya.
Ia menegaskan, persoalan kelangkaan tidak hanya terjadi pada solar, tetapi juga BBM jenis Pertalite yang menjadi kebutuhan masyarakat secara luas. Karena itu, DPRD menilai persoalan pasokan harus segera dicarikan solusi agar masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang.
“Kalau Pertalite ini kan kebutuhan masyarakat semua, bukan hanya di sektor industri. Kebutuhan ini kebutuhan universal,” tegas Ismail.
Sebagai langkah lanjutan, DPRD Pamekasan berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk meminta pihak Pertamina Depo Camplong selaku pemasok BBM di wilayah Madura dipanggil dan memberikan penjelasan mengenai kondisi pasokan saat ini.
“Kita mungkin akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk minta mengundang pihak Pertamina Depo Camplong sebagai supplier ke wilayah Madura untuk bertanya atau meminta, kalau misalnya kurang kita akan minta untuk penambahan stok pasokan,” ungkapnya.
Menurut Ismail, apabila memang kebutuhan masyarakat meningkat, DPRD juga akan mendorong adanya penambahan kuota BBM sehingga masyarakat tidak mengalami kondisi ketika sudah mengantre lama, namun kehabisan stok saat tiba di SPBU.
“Inginnya masyarakat semuanya lancar, tidak antre kemudian setelah sampai di tempat hampir mau ngisi, tiba-tiba kosong. Itu yang tidak diinginkan.” Pungkasnya. (Bam/Suk)
Karimata Media Dinamika Madura