Posko KKN 08 UIN Madura Buka Ruang Curhat soal Bullying di SD Tambung 2

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FAUD) UIN Madura Posko 08.

Kali ini, mahasiswa KKN menggelar Seminar Edukasi dan Sosialisasi “Stop Bullying” di SD Tambung 2, Dusun Biris Dajah, Desa Tambung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Sabtu (8/8/2026) pagi. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dan diikuti puluhan siswa, guru, serta mahasiswa KKN Posko 08.

Salah satu mahasiswa KKN Posko 08, Syahru Royhan Al Bahri, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa sejak dini mengenai bahaya perundungan. Menurutnya, mahasiswa juga menemukan adanya siswa yang pernah mengalami bullying dan memilih memendam pengalaman tersebut.

“Kami menyuruh menuliskan curahan hati lewat kertas untuk setiap siswa dan ada beberapa yang memang merupakan korban bullying,” ujar Syahru kepada Karimata Media.

Baca Juga:  Polres Bangkalan Gerebek Gudang Mercon, Ribuan Petasan Diamankan

Syahru menjelaskan, dari kegiatan tersebut mahasiswa menemukan bahwa persoalan bullying tidak selalu terlihat secara langsung oleh guru maupun orang tua. Bahkan, sejumlah permasalahan yang dialami siswa cenderung dipendam secara pribadi.

“Ada banyak, bahkan memang permasalahan yang memang dipendam pribadi, mulai dari bullying verbal maupun bullying fisik,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memberikan materi mengenai pengertian bullying serta berbagai bentuk perundungan, mulai dari fisik, verbal, relasional hingga cyberbullying. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai faktor penyebab serta dampak bullying bagi korban maupun pelaku.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilengkapi pemutaran video edukatif yang menggambarkan dampak emosional akibat perundungan. Siswa kemudian diajak memahami pentingnya empati, menghargai teman, serta berani menyampaikan apabila mengalami atau mengetahui tindakan bullying.

Baca Juga:  Sempat Bangkit, Madura United Harus Akui Keunggulan Malut United 1-2

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian siswa yakni “Kotak Curhat”. Melalui media tersebut, siswa dapat menuliskan pengalaman, perasaan maupun persoalan yang mereka hadapi secara anonim, sehingga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan hal-hal yang mungkin sulit diceritakan secara langsung.

Syahru menyebut, berdasarkan hasil pendampingan dan pengamatan mahasiswa selama beberapa hari membantu kegiatan belajar mengajar di sekolah, bullying verbal menjadi bentuk perundungan yang paling banyak ditemukan.

“Bullying verbal paling banyak dilakukan,” katanya.

Ia menambahkan, sebagian persoalan yang ditemukan juga sudah mendapatkan penanganan dari pihak guru SD Tambung 2.

Kegiatan kemudian ditutup dengan Deklarasi Anti-Bullying yang diikuti siswa, guru dan mahasiswa KKN Posko 08. Para peserta menyatakan komitmen untuk saling menghargai, menolak kekerasan serta berani melapor ketika menemukan tindakan perundungan. (Ainul/Faz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *