Tahun Ini, Sampang Tidak Gelar Karnaval

KARIMATA MEDIA, SAMPANG – Masyarakat Kabupaten Sampang dipastikan tidak dapat menyaksikan kemeriahan pawai Karnaval Budaya pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini.

Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang mengonfirmasi bahwa agenda hiburan rakyat yang paling ditunggu tersebut resmi ditiadakan lantaran adanya kebijakan efisiensi anggaran.

Kepala Disporabudpar Kabupaten Sampang, Marnilem, mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran secara nasional berdampak langsung pada penataan ulang rangkaian perayaan Agustusan di daerah. Event berskala besar yang membutuhkan alokasi dana signifikan, seperti karnaval budaya, tidak memungkinkan untuk dilaksanakan tahun ini.

Baca Juga:  Luapan Sungai Nyiburan Rendam Jalan Jrengik, Antrean Kendaraan Capai Satu Kilometer

“Bukan pertimbangan lain, memang anggarannya [terbatas]. Sekarang se-Indonesia kan memang efisiensi. Karnaval budaya itu membutuhkan anggaran yang mahal, sehingga untuk tahun ini tidak bisa kita laksanakan,” ujar Marnilem saat on air di Karimata.

Marnilem menjelaskan, karnaval budaya biasanya membutuhkan biaya operasional yang sangat tinggi. Selain keterbatasan anggaran di tingkat dinas, instansi pendukung seperti OPD, BUMD, rumah sakit, hingga pihak kecamatan juga mengeluhkan minimnya anggaran untuk membiayai peserta, mulai dari kebutuhan pendaftaran, kostum, transportasi, hingga konsumsi.

Baca Juga:  Resmi Berlaku, Kartu BPJS Kesehatan Jadi Syarat Pembuatan SKCK

Sebagai gantinya, Pemkab Sampang bersusah payah menyisihkan anggaran untuk mempertahankan satu-satunya lomba publik, yaitu Lomba Gerak Jalan yang dijadwalkan berlangsung pada 11–12 Agustus. Namun, perlombaan ini pun dibatasi ketat hanya untuk kategori pelajar (SD, SMP, SMA/SMK/MAN).

“Kalau kita tidak mengadakan gerak jalan, wah, begitu ramai protes dari sekolah-sekolah dan masyarakat. Maka kami bersusah payah menyisihkan anggaran untuk lomba gerak jalan ini. Tapi untuk kategori umum ditiadakan, kita fokus kepada pelajar saja,” tegas Marnilem. (Fauzi/Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *