KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengajak masyarakat lebih aktif datang ke posyandu guna mendapatkan layanan kesehatan terpadu.
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Pamekasan, Rina Purwantari menyampaikan, minat masyarakat untuk datang ke posyandu saat ini tergolong tinggi, bahkan mencapai sekitar 90 hingga 100 persen, terutama di wilayah perkotaan yang akses dan edukasinya lebih mudah diterima.
“Dengan datang ke posyandu, masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi, hingga layanan kesehatan bagi seluruh siklus hidup,” ujarnya, saat on air di Radio Karimata, Rabu (29/04/2026).
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, khususnya di wilayah dengan akses sulit dan pemahaman masyarakat yang belum merata terkait pentingnya posyandu. Selain itu, faktor kesibukan orang tua hingga kekhawatiran terhadap efek imunisasi juga menjadi alasan sebagian masyarakat tidak rutin hadir.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya bersama kader dan tenaga kesehatan terus melakukan berbagai upaya, seperti kunjungan rumah (home visit), penyuluhan, hingga inovasi kegiatan posyandu agar lebih menarik, termasuk pemberian penghargaan bagi ibu dan balita yang rutin hadir.
Rina menegaskan, kehadiran di posyandu sangat penting untuk memastikan tumbuh kembang anak terpantau dengan baik serta mencegah risiko masalah kesehatan seperti gizi buruk.
“Jika tidak rutin ke posyandu, pertumbuhan dan perkembangan anak tidak terpantau. Ini bisa berdampak pada kondisi kesehatan anak ke depannya,” tegasnya.
Ia berharap peringatan Hari Posyandu Nasional ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin datang ke posyandu serta memperkuat dukungan dari keluarga, kader, dan pemerintah desa agar layanan posyandu semakin optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.(Sukri/Ans)
Karimata Media Dinamika Madura