Balon Udara Asepsap. (Foto:Tangkapan Layar)

Balon Udara “Asepsap” Asal Pamekasan Nyasar hingga Jatuh di Sumenep, Siapa Pemiliknya?

KARIMATA MEDIA, SUMENEP – Rentetan jatuhnya balon udara raksasa liar dalam dua hari terakhir membuat warga Sumenep resah. Bukan sekadar mengagetkan, balon-balon itu kini menjadi ancaman nyata menghantam rumah hingga membahayakan jaringan listrik.

Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (21/03/2026) malam. Sebuah balon raksasa ditemukan tersangkut di tower 85 jalur transmisi listrik Pamekasan–Guluk-Guluk, tepatnya di Desa Bataal Barat, Kecamatan Ganding. Diduga balon itu jatuh saat malam, ketika kondisi minim pengawasan.

Petugas PLN langsung turun tangan. Balon diamankan karena berpotensi memicu gangguan listrik.

Manajer UPT Gresik, Ivan Nur Pratama, menegaskan langkah cepat ini penting untuk menjaga keandalan pasokan, terutama menjelang Idul Fitri.

“Ini momen masyarakat berkumpul dengan keluarga. Kami pastikan listrik tetap aman,” ujarnya.

Namun, insiden itu ternyata bukan yang terakhir. Keesokan harinya, Minggu (22/03/2026) sore, balon udara raksasa kembali jatuh di Dusun Raas Timur, Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding. Kali ini, balon mendarat tepat di atap rumah warga.

Baca Juga:  Pengusaha Catering Mekkah Galang Donasi Longsor Sana Daja, Bupati Pamekasan Sampaikan Apresiasi

Suasana mendadak panik. Warga berhamburan keluar, sebagian berteriak meminta balon tidak ditarik karena khawatir merusak atap rumah yang baru diperbaiki.

“Jangan ditarik, nanti rusak!” teriak seorang warga.

Di balik kepanikan itu, muncul fakta lain. Dari informasi yang dihimpun, balon tersebut diduga tidak sekadar dilepas. Sejumlah warga menyebut balon sempat diikuti oleh sekelompok orang yang mengaku berasal dari Kadur, Pamekasan. Nama balon itu pun mencuat: Asepsap.

“Balon itu langsung dibawa pulang oleh warga yang mengaku dari Kadur itu ,” ujar seorang warga.

Belum reda ketegangan, pada Minggu malam balon raksasa kembali jatuh di Desa Gingging, Kecamatan Bluto. Kali ini kondisinya lebih mengkhawatirkan, balon masih dalam keadaan terbakar saat menyentuh atap rumah. Balon tersebut juga diduga berasal dari Pamekasan.

Baca Juga:  Lalu Lintas di Bangkalan Buka Tutup Imbas Perbaikan Jembatan, Ini Jalur Alternatifnya!

Api yang masih menyala memicu kepanikan warga. Mereka khawatir kebakaran bisa terjadi sewaktu-waktu.

Rangkaian kejadian ini memperlihatkan pola yang mengkhawatirkan. Pelepasan balon udara dalam skala besar, tanpa kendali, dan berisiko tinggi. Tradisi yang kerap muncul menjelang hari besar kini berubah menjadi ancaman nyata bagi permukiman dan infrastruktur vital. Selain merusak rumah warga, balon udara juga berpotensi mengganggu jaringan listrik milik PLN.

Hingga kini, belum ada pihak yang secara resmi mengakui sebagai penerbang balon “Asepsap”. Namun jejaknya diduga mengarah ke wilayah Pamekasan.

Warga berharap ada penertiban tegas. Sebab jika terus dibiarkan, balon-balon raksasa itu bukan lagi sekadar tradisi melainkan ancaman dari langit yang bisa memicu bencana kapan saja. (Sukri/Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *