Banjir Rendam Lima Dusun di Blega, Polisi Pastikan Arus Lalu Lintas Kembali Lancar

KARIMATAMEDIA, BANGKALAN – Hujan yang mengguyur wilayah Blega, Kabupaten Bangkalan, menyebabkan genangan banjir di sejumlah titik permukiman warga. Meski demikian, kondisi arus lalu lintas di jalur utama Blega dilaporkan telah kembali lancar, Sabtu (10/1/2026).

Kapolsek Blega, AKP Syamsuri SH, menjelaskan banjir tersebut berdampak pada lima dusun di Desa Blega serta satu desa lainnya. Total ribuan kepala keluarga sempat terdampak akibat luapan air yang menggenangi kawasan permukiman dan jalan raya.

“Untuk warga yang terdampak atau tergenang air di Desa Blega, ini ada lima dusun yang terdampak,” ujar AKP Syamsuri.

Ia merinci, di Dusun Baban terdapat Kampung Baban dengan 274 kepala keluarga terdampak,  Kampung Pekatan sebanyak 180 kepala keluarga. Sementara Dusun Klabangan 400 kepala keluarga serta Kampung Laok Songai sebanyak 185 kepala keluarga.

Selanjutnya di Dusun Morlaok 200 kepala keluarga terdampak, Kampung Karang Lanjeng sebanyak 190 kepala keluarga, Kampung Sempar sebanyak 228 kepala keluarga. Di Dusun Banitomeran, banjir merendam Kampung Banitomeran dengan 250 kepala keluarga dan Kampung Paeng sebanyak 78 kepala keluarga.

Baca Juga:  Kecelakaan Beruntun di Blega Bangkalan, Pengendara Motor Meninggal Dunia

“Untuk Dusun Karang Kemasan ada Kampung Daya Sungai sebanyak 252 KK dan Kampung Karang Kemasan 234 KK. Serta ada satu desa lagi yaitu Desa Nyormanis sebanyak 35 KK,” lanjutnya.

AKP Syamsuri menyebut, wilayah terdampak terparah berada di kawasan Dusun Klabangan, khususnya Kampung Klabangan dan Laok Songai, lantaran kondisi geografis yang lebih rendah dibanding wilayah lainnya.

“Di Klabangan Laok Songai, yaitu yang terdampak 400 sama 185 KK. Karena memang daerahnya paling rendah,” jelasnya.

Dalam penanganan banjir, pihak kepolisian bersama unsur terkait telah melakukan sejumlah langkah cepat, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga upaya percepatan penyurutan genangan air.

Baca Juga:  Madura United Gagal Amankan Poin Penuh di Kandang, Persita Curi Kemenangan

“Langkah yang pertama yaitu kami melakukan pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan. Yang kedua, kami mendatangkan pompa air untuk mempercepat air yang ada di jalan raya dan di Pondok Lanjeng,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penggunaan pompa air menjadi langkah penting karena tanpa bantuan pompa, genangan air diperkirakan akan bertahan hingga beberapa hari.

Terkait dampak lanjutan, AKP Syamsuri memastikan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Ia juga menegaskan hingga saat ini belum ditemukan adanya kerusakan atau kerugian material yang signifikan.

“Untuk sementara korban jiwa tidak ada. Untuk kerugian saat ini belum terdata karena memang air hanya menggenang, setelah itu air laut surut maka air sungai itu mengikuti surut juga. Alhamdulillah tidak terjadi kerusakan sama sekali,” pungkasnya. (Fauzi/Ain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *