KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu investasi penting dalam menyiapkan generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan produktif.
Upaya tersebut perlu dilakukan sejak remaja, bahkan sebelum seseorang memasuki masa pernikahan dan kehamilan.
Koordinator Seksi KGM Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Suliha, mengatakan calon pengantin maupun ibu hamil perlu membekali diri dengan pengetahuan mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Menurutnya, persiapan kesehatan harus dimulai sejak remaja dengan memastikan kondisi tubuh sehat dan tidak mengalami anemia. Kesehatan calon ibu maupun calon ayah juga penting karena berkaitan dengan kesiapan reproduksi dan proses kehamilan.
“Mulai dari remaja harus sehat, sehat tidak anemia, itu nilai lebih bagi kehidupan kita untuk menyiapkan alat reproduksi yang sehat. Pengantin pria juga harus sehat. Dinkes bersiap dan harus mendukung generasi bangsa yang sehat,” katanya saat talkshow di Karimata Media, Selasa (11/08/2026).
Suliha juga mengingatkan ibu hamil, khususnya pada masa awal kehamilan, agar tetap memenuhi kebutuhan nutrisi meski mengalami mual dan muntah. Pola makan dapat dilakukan dengan porsi kecil tetapi lebih sering agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
Ia menambahkan, kualitas sperma dari calon ayah juga menjadi salah satu faktor yang dapat berpengaruh terhadap proses kehamilan.
Suliha juga mengingatkan orang tua agar tidak panik ketika menemukan anak mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Orang tua perlu memperbanyak stimulasi, berinteraksi dengan anak, serta memberikan pendampingan dengan penuh kesabaran.
Sebagai panduan, masyarakat diminta memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku tersebut dapat menjadi pedoman bagi ibu hamil maupun orang tua balita karena memuat informasi mengenai kehamilan, kesehatan ibu, hingga pemantauan tumbuh kembang anak.
Dengan pemanfaatan Buku KIA dan pemenuhan gizi yang tepat, diharapkan orang tua semakin memahami kebutuhan kesehatan ibu dan anak sejak masa persiapan kehamilan hingga anak melewati periode emas pertumbuhannya.
Sementara itu, ahli gizi Dinkes Pamekasan, Anis Faizah, S.Gz., M.Si., mengatakan kesehatan ibu dan anak merupakan pondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Persiapan tersebut, menurutnya, harus dilakukan sejak dini, termasuk sejak usia sekolah. Pemenuhan gizi perlu dijaga agar anak tidak mengalami anemia. Salah satu upaya yang dianjurkan adalah konsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan.
“Kesehatan ibu dan anak merupakan pondasi utama dalam menciptakan generasi sehat, cerdas dan produktif di masa depan. Ini harus dipersiapkan sejak dini, terutama sejak remaja,” jelas Anis.
Menurut Anis, masa kehamilan hingga anak berusia balita merupakan periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang dan kesehatan fisik anak. Karena itu, upaya promotif dan preventif serta pemenuhan gizi seimbang sangat penting dilakukan.
Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat, sayur, buah, dan lauk-pauk yang beragam. Pada awal kehamilan ketika mual dan muntah, makanan dapat disesuaikan dengan kondisi ibu, misalnya mengonsumsi biskuit atau roti tawar jika nasi memicu rasa mual.
Sumber nutrisi juga dapat dikombinasikan agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi. Salah satunya adalah omega-3 yang dapat diperoleh dari ikan, seperti ikan salmon maupun ikan kembung.
Anis menjelaskan, pemenuhan gizi yang optimal juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, termasuk pembentukan koneksi saraf di otak. Karena itu, pemenuhan gizi seimbang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya gizi kurang maupun gizi lebih. (Melli/Yan)
Karimata Media Dinamika Madura