Gubernur Jatim Soroti Maraknya Kekerasan Seksual Anak di Madura, Minta Orang Tua Perketat Pengawasan dan Batasi Gadget

KARIMATAMEDIA,PAMEKASAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyoroti meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayah Madura. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah hingga pemerintah daerah, untuk memperkuat perlindungan terhadap anak melalui pengawasan dan pendampingan yang lebih intensif.

Khofifah menegaskan, upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak dalam mendeteksi dan mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.

Menurutnya, orang tua memegang peran paling penting dalam mengenali perubahan perilaku anak sejak dini. Perubahan sikap maupun kebiasaan sehari-hari harus menjadi perhatian agar persoalan yang dihadapi anak dapat segera diketahui dan ditangani.

Baca Juga:  Anak Usia 6 Tahun Bisa Masuk SD, Ijazah TK Tidak Wajib

Selain pengawasan dari keluarga, Khofifah juga mengingatkan pentingnya membatasi penggunaan gadget pada anak. Ia menyebut berbagai negara telah sepakat bahwa akses gadget bagi anak di bawah usia 16 hingga 18 tahun perlu dibatasi karena berpotensi mempengaruhi perkembangan dan meningkatkan berbagai risiko sosial.

Menindaklanjuti langkah pencegahan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur yang dapat menjadi acuan pemerintah daerah. Khofifah juga meminta seluruh SMA dan SMK di bawah kewenangan Pemprov Jatim menyediakan loker penyimpanan telepon genggam di setiap kelas.

Baca Juga:  Suami Istri di Pamekasan Kompak Jadi Pelaku Curanmor, Gasak 15 Kendaraan Bermotor

Dengan kebijakan tersebut, siswa diwajibkan menyimpan gadget selama proses belajar mengajar berlangsung sehingga tidak ada lagi penggunaan telepon genggam di dalam kelas. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi belajar sekaligus meminimalkan dampak negatif penggunaan gadget di kalangan pelajar. (Lumi/Faz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *