KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, dr. Saifuddin mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Hanta atau hantavirus yang saat ini mulai menjadi perhatian di sejumlah daerah di Indonesia. Meski hingga Mei 2026 kasus di Pamekasan masih nihil, masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penularan.
dr. Saifuddin menjelaskan, virus Hanta merupakan virus RNA dari famili Hantaviridae yang penularannya berasal dari hewan pengerat, terutama tikus biasa dan tikus celurut atau julung-julung. Virus tersebut dapat menyebar melalui urin, kotoran, air liur tikus, maupun gigitan langsung hewan tersebut.
“Penularannya sampai saat ini bukan dari manusia ke manusia, tetapi lebih banyak dari hewan pengerat. Karena itu kebersihan lingkungan sangat penting untuk pencegahan,” katanya saat on air di Radio Karimata, kamis (14/05/2026).
Ia menambahkan, gejala awal virus Hanta umumnya menyerupai flu biasa seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit perut, hingga mual dan muntah. Namun dalam kondisi tertentu, penyakit tersebut dapat berkembang menjadi lebih serius.
“Pada kondisi berat bisa menyerang ginjal yang ditandai adanya darah pada urin atau sulit buang air kecil. Selain itu juga dapat menyerang paru-paru hingga menyebabkan batuk dan sesak napas berat,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Pamekasan meminta masyarakat rutin membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang tikus seperti gudang, tempat sampah, sawah, hingga selokan di lingkungan perkotaan maupun pedesaan.
dr. Saifuddin juga mengimbau masyarakat yang mengalami gejala mencurigakan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat guna dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti tes laboratorium.
“Kalau ada gejala-gejala seperti itu segera periksa supaya bisa dipastikan diagnosisnya dan cepat ditangani,” imbuhnya.
Meski beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa Barat dan Yogyakarta mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Hanta, hingga saat ini Kabupaten Pamekasan maupun wilayah Jawa Timur masih belum ditemukan kasus positif. (Sol/suk)
Karimata Media Dinamika Madura