KARIMATAMEDIA, SUMENEP – Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, secara resmi melepas keberangkatan jamaah calon haji Kabupaten Sumenep menuju Tanah Suci Mekkah di GOR A. Yani Pangligur Sumenep, Senin dini hari (11/05/2026). Sebanyak 1.356 jamaah diberangkatkan melalui empat kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 77, 78, 79, dan 81 Embarkasi Surabaya.
Dalam sambutannya, KH Imam Hasyim meminta seluruh jamaah meluruskan niat ibadah semata-mata karena Allah SWT serta menjaga kesehatan selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu luruskan niat dan jaga kekhusyukan dalam setiap rangkaian ibadah,” ujar KH Imam Hasyim.
Pada pemberangkatan perdana, sebanyak 373 jamaah yang tergabung dalam Kloter 77 lebih dahulu diberangkatkan menuju Asrama Haji Surabaya menggunakan armada bus yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Selain kesiapan spiritual, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental jamaah. Menurutnya, ibadah haji membutuhkan stamina prima karena aktivitas ibadah di Tanah Suci cukup padat dan menguras tenaga.
Ia meminta jamaah menjaga pola makan, memperbanyak istirahat, menjaga asupan cairan tubuh, serta mematuhi arahan petugas haji agar seluruh proses ibadah berjalan aman dan lancar.
“Selamat menjalankan ibadah haji. Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan yang sempurna, dimudahkan dalam seluruh proses ibadah, dan kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” katanya.
KH Imam Hasyim juga menyampaikan doa bagi masyarakat yang tahun ini belum mendapat kesempatan berangkat haji. Menurutnya, ibadah haji merupakan panggilan Allah SWT yang akan datang pada waktu terbaik bagi setiap umat.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiapkan sebanyak 39 armada bus guna mendukung kelancaran proses pemberangkatan jamaah menuju Embarkasi Surabaya.
Adapun jamaah termuda tahun ini tercatat atas nama Aprilia Ummul Maufroh asal Kecamatan Batang-Batang yang lahir pada 22 April 2010. Sedangkan jamaah tertua adalah Supakmi asal Kecamatan Bluto yang lahir pada 15 Februari 1930.
Prosesi pelepasan berlangsung penuh haru. Tangis keluarga pecah saat para jamaah satu per satu menaiki bus menuju Surabaya, diiringi doa dan ucapan selamat dari keluarga yang mengantar. (Fauzi/Sol)
Karimata Media Dinamika Madura