Waspadai Dampak El Nino Di Musim Kemarau, Masyarakat Diminta Siaga Kekeringan

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana (Plt. Kalaksa) BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, menyampaikan bahwa Kabupaten Pamekasan saat ini tengah memasuki masa transisi dari musim penghujan ke musim kemarau.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG, curah hujan dengan intensitas tertentu masih berpotensi terjadi sepanjang bulan April. Namun demikian, potensi fenomena El Nino diprediksi akan membuat musim kemarau tahun ini lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.

“Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus dan September, dengan penurunan intensitas curah hujan sekitar 20 hingga 40 persen,” ujar Dhofir saat on air di Radio Karimata sabtu (11/04/2026).

Baca Juga:  Aeromodelling Pamekasan Tambah Emas di Porprov Jatim, Total Sumbang 5 Medali

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, diantaranya kekurangan air bersih di sejumlah wilayah, peningkatan titik panas yang memicu kebakaran lahan, serta risiko gagal panen bagi petani jika tidak melakukan langkah antisipasi sejak dini.

“Jadi untuk mengantisipasi hal itu, Pemerintah Kabupaten Pamekasan telah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait dukungan logistik, penanganan kekeringan, dan bantuan air bersih. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan Satpol PP dan Damkar untuk mengantisipasi kebakaran lahan,” terang Dhofir.

Pemerintah daerah juga menyiapkan distribusi alat penampung air ke desa-desa rawan kekeringan untuk memudahkan proses penyaluran air bersih, serta melakukan pemetaan wilayah terdampak berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Tragis! Bocah 5 Tahun di Pasean Pamekasan Meninggal Usai Diserang Monyet

Dhofir mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi sejak dini.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya petani, untuk memaksimalkan masa panen pada bulan April dan mulai melakukan penampungan air secara mandiri,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan, serta menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau. (Soleh/Ayg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *