KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dikeluhkan warga Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Dalam lima hari terakhir, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut, bahkan jika tersedia di tingkat pengecer harganya melonjak hingga Rp27 ribu per tabung.
Salah satu warga, Pak Hasibuan, menyampaikan bahwa kelangkaan ini merata di sejumlah desa, termasuk Desa Billaan. Ia mengungkapkan, kondisi tersebut membuat masyarakat kecil kebingungan karena elpiji 3 kg merupakan kebutuhan utama sehari-hari.
“Sudah sekitar lima hari ini langka di masyarakat. Kalaupun ada, harganya sampai Rp27 ribu. Warga jadi kebingungan,” keluhnya kepada gatekeeper Karimata, Kamis (02/04/2026).
Ia menambahkan, kelangkaan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan hampir merata di wilayah Kecamatan Proppo, terutama di tingkat toko-toko kecil atau pengecer.
Menanggapi keluhan tersebut, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi distribusi.
“Di wilayah kecamatan mana? Kami cek ke tim di lapangan lebih dahulu,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan data penyaluran per 2 April 2026, distribusi elpiji di wilayah lain seperti Kabupaten Tuban mencapai 53.000 tabung dan dipastikan dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, pihak Pertamina akan menelusuri lebih lanjut terkait dugaan kelangkaan di wilayah Proppo guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (Bam/Mel)
Karimata Media Dinamika Madura