KARIMATAMEDIA, SUMENEP — Suasana Hari Raya Idul Fitri di Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, mulai berangsur normal pada H+3 Lebaran. Aktivitas warga yang sebelumnya didominasi silaturahmi kini kembali beralih ke rutinitas harian, terutama di sektor pertanian.
Sejak pagi hari, sejumlah petani terlihat kembali ke ladang untuk melanjutkan aktivitas panen padi. Kondisi ini mencerminkan karakter masyarakat setempat yang menjadikan pertanian sebagai tulang punggung ekonomi.
Salah satu petani, Mahrawi, mengungkapkan bahwa aktivitas bertani sudah kembali berjalan bahkan sejak H+1 Lebaran. Ia menegaskan bahwa momentum Idul Fitri tidak menghalangi kewajiban mereka sebagai petani, terlebih saat musim panen tiba.
“Jangan H+3, Mas. H+1 kita sudah kembali beraktivitas normal di sawah masing-masing,” ujarnya saat ditemui tim Karimata Media, Selasa (24/3/2026).
Menurut Mahrawi, keputusan untuk kembali lebih cepat ke ladang dipengaruhi oleh kondisi musim panen yang tidak bisa ditunda, ditambah cuaca yang kurang mendukung dalam beberapa hari terakhir. Intensitas hujan yang cukup sering dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas hasil panen jika tidak segera ditangani.
Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan kembali bekerja lebih awal setelah Lebaran bukanlah hal baru bagi warga Prancak. Mayoritas masyarakat yang berprofesi sebagai petani menjadikan waktu sebagai faktor penting dalam menjaga hasil produksi.
“Memang sudah biasa, apalagi kalau musim panen. Bahkan di momen Lebaran seperti ini pun, H+1 kita sudah kembali beraktivitas. Karena mayoritas di sini petani,” jelasnya.
Di tengah suasana Lebaran yang masih terasa, denyut kehidupan pertanian tetap berjalan seperti biasa. (Ainul/Faz)
Karimata Media Dinamika Madura