KARIMATAMEDIA, SUMENEP – Tradisi silaturahmi ke rumah sanak saudara menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Idul Fitri. Di Kabupaten Sumenep, kebiasaan tersebut umumnya disertai dengan membawa oleh-oleh sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah.
Tim Karimata Media pada Sabtu (21/3) mewawancarai salah satu warga Pragaan, Ina, yang hendak berkunjung ke rumah saudaranya. Ia menyebutkan bahwa ada beberapa jenis camilan yang paling sering dipilih masyarakat sebagai buah tangan saat Lebaran.
“Kalau Lebaran seperti sekarang ini, biasanya yang paling banyak diminati itu jubada dan rengginang,” ujar Ina.
Jubada merupakan salah satu jajanan khas Sumenep. Camilan ini berbentuk gulungan kecil dan umumnya diikat menggunakan daun siwalan. Bahan dasarnya terdiri dari tepung, gula merah, dan air nira siwalan yang dimasak hingga mengental.
Di Sumenep, jubada dikenal sebagai jajanan yang sudah lama ada dan masih diproduksi hingga sekarang, salah satunya di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan.
Selain jubada, rengginang juga menjadi pilihan masyarakat. Camilan berbahan dasar beras ketan ini memiliki tekstur renyah dan rasa gurih.
“Tidak hanya itu, biasanya kalau di Pragaan, rengginang ini juga menjadi pilihan atau favorit banyak orang,” tambah Ina.
Rengginang banyak diproduksi di Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan. Di daerah ini, rengginang dibuat dengan berbagai varian, seperti campuran lorjuk, udang, bawang putih, dan garam.
Kebiasaan membawa oleh-oleh saat silaturahmi Lebaran masih dipertahankan oleh masyarakat. Selain sebagai pelengkap kunjungan, hal ini juga menjadi bagian dari kebiasaan yang terus berlangsung di tengah masyarakat. (Ainul/Ns)
Karimata Media Dinamika Madura