Bupati Pamekasan Dorong Pembelajaran di Alam dan Sehari Berbahasa Madura

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman berencana menata sistem pendidikan agar siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mendapat pembelajaran langsung dari alam dan sejarah perjuangan para pahlawan.

Menurut Kholilurrahman, pembelajaran di luar kelas dapat dilakukan satu hingga dua kali dalam sepekan, baik untuk siswa tingkat SD, SMP, maupun SMA.

Ia menilai, metode tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada siswa.

Baca Juga:  KPU Pamekasan Resmi Tetapkan 45 Anggota DPRD Setelah Sengketa Pemilu dan PSU

“Sebenarnya saya ingin menata lebih baik lagi pendidikan klasikal, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA. Seminggu sekali atau dua kali itu tidak selalu belajar di kelas,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Pamekasan juga mempertimbangkan penerapan satu hari berbahasa Madura dalam sepekan di lingkungan pendidikan. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menjaga kelestarian bahasa daerah agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

Namun, ia mengingatkan agar upaya pelestarian bahasa Madura tetap sejalan dengan semangat kebhinekaan dan tidak mengarah pada sikap yang terlalu berpusat pada identitas daerah.

Baca Juga:  Pastikan Kesiapan Petugas, KPU Pamekasan Gelar Simulasi Tungsura Pilkada 2024

“Jadi supaya tidak hilang. Tapi diingat juga jangan sampai menabrak Bhinneka Tunggal Ika. Jangan-jangan menjadi Madura sentris, tidak bagus juga,” tegasnya.

Rencana tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Penerapannya diharapkan dapat mendukung penguatan pendidikan sekaligus menjaga budaya lokal tanpa mengesampingkan nilai persatuan dalam keberagaman. (Soleh/Lum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *