Mahasiswa PPL UIN Madura Ajarkan Qira’ah Sab’ah kepada Santri Putri di Bajur Waru

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Madura menggelar pembelajaran Qira’ah Sab’ah bagi seluruh santri putri di lingkungan Pesantren Bajur Waru, Pamekasan.

Kegiatan tersebut berlangsung Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB di musholla putri, setelah pelaksanaan salat Magrib berjamaah. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi ilmu yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti pembelajaran Qira’ah Sab’ah di MDQ Bajur Waru.

Selama kurang lebih satu bulan, para mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung di bawah bimbingan KH. Abdul Aziz Baidlawi, Lc., selaku pengasuh yang memiliki keahlian dalam bidang Qira’ah Sab’ah, bersama para ustadz yang juga mendalami ilmu tersebut.

Ilmu yang telah dipelajari kemudian dibagikan kembali kepada para santri melalui kegiatan pembelajaran dan praktik secara langsung. “Kami senang bisa berbagi ilmu yang sudah kami pelajari selama PPL. Ini juga jadi latihan bagi kami untuk mengajar langsung dan berinteraksi dengan santri,” ujar salah satu mahasiswa PPL.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Jalan Raya Tlanakan, Pengendara Honda Scopy Meninggal Dunia

Kegiatan diawali dengan perkenalan antara mahasiswa PPL dan para santri putri untuk membangun suasana pembelajaran yang lebih akrab. Selanjutnya, para santri dibagi menjadi delapan kelompok sesuai jumlah mahasiswa PPL, dengan masing-masing kelompok didampingi satu mahasiswa sebagai pembimbing.

Sebelum praktik membaca Al-Qur’an, setiap kelompok terlebih dahulu mendapatkan penjelasan singkat mengenai biografi imam qira’ah yang akan dipelajari, termasuk latar belakang dan karakteristik bacaannya.

Baca Juga:  PMI Pamekasan Bersama Karimata Media Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih Ditiga Titik Kekeringan

Salah satu santri mengaku antusias mengikuti pembelajaran tersebut karena dapat memahami perbedaan bacaan dari masing-masing imam. 

“Belajarnya seru, jadi lebih paham perbedaan bacaan tiap imam. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan,” ungkapnya.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan praktik membaca Al-Qur’an secara bergantian. Para santri terlihat aktif menyimak penjelasan, sekaligus mencoba mempraktikkan bacaan di hadapan anggota kelompoknya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PPL berharap para santri dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah Qira’ah Sab’ah. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman dalam mengaplikasikan ilmu sekaligus memperkuat kemampuan mengajar di lingkungan pesantren. (Lumi/Yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *