KARIMATAMEDIA, SAMPANG – Area persawahan di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, dilaporkan mengeluarkan suara gemuruh dari dalam tanah, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 11.15 WIB.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan fenomena tersebut terjadi di tanah percaton yang sedang digarap warga bernama Sadiri (50) dan Agusyanto (30), warga Dusun Pelampean, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung.
Hozin menjelaskan, suara gemuruh dari dalam tanah tersebut sebenarnya bukan fenomena baru. Berdasarkan informasi warga, kejadian serupa sudah berlangsung sejak dahulu, namun terkadang menghilang dan kembali muncul.
“Kalau sawah tergenang air, muncul gelembung-gelembung udara beberapa waktu, kemudian hilang,” jelasnya.
Hozin menambahkan, hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab munculnya suara gemuruh maupun gelembung udara tersebut. Karena itu, BPBD akan berkoordinasi lebih lanjut dengan instansi teknis untuk melakukan kajian mendalam.
“Kami masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar fenomena ini dapat diteliti lebih lanjut sehingga penyebabnya dapat diketahui secara ilmiah,” katanya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Sampang bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sampang mendatangi lokasi untuk melakukan peninjauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Dalam peninjauan tersebut, BPBD Kabupaten Sampang berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sampang, serta masyarakat setempat.
Hingga survei dilakukan pada Senin sekitar pukul 11.15 WIB, tidak ditemukan adanya korban maupun kerusakan akibat fenomena tersebut.
Meski demikian, warga diimbau tetap waspada dan segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila terjadi perubahan kondisi di sekitar lokasi. (Lumi/Sl)
Karimata Media Dinamika Madura