Peserta KKN Kolaboratif di Kecamatan Talango Sumenep (Foto - ist - Karimatamedia)

Empat Kampus Ternama Bersinergi Gelar KKN Kolaboratif di Talango, Sumenep

KARIMATA MEDIA, SUMENEP – Sebanyak 15 mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Universitas Annuqayah, dan Universitas Islam Madura (UIM) resmi memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Antar Perguruan Tinggi Tahun 2026 di Desa Padike, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Senin (13/7/2026). Selama 42 hari ke depan, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan diawali dengan prosesi pelepasan di Balai Kecamatan Talango yang dihadiri jajaran Pemerintah Kecamatan Talango, perwakilan LPPM UIN Madura, dosen pembimbing lapangan (DPL), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta mahasiswa dari UIN Madura, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Annuqayah, dan Universitas Islam Madura.

Perwakilan LPPM UIN Madura, Dr. Syukron Affani, M.S.I., mengatakan KKN bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk hidup bersama masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa di Kecamatan Talango bukan hanya untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga belajar bersosialisasi dan menjadi bagian dari masyarakat. Karena itu, jagalah nama baik almamater, hormati adat istiadat setempat, serta bangun hubungan yang baik dengan masyarakat,” pesannya.

Baca Juga:  Disperindag Pamekasan, Mulai Atur Skema Keluar Masuk Kendaraan Di Pasar Kolpajung

Ia menjelaskan, mahasiswa KKN Kolaboratif ditempatkan di empat desa, yakni Padike, Talango, Gapurana, dan Palaasah. Talango yang dikenal sebagai “The Pearl of Sumenep” dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui program-program pemberdayaan masyarakat.

Mahasiswa kemudian diterima secara resmi oleh Pemerintah Kecamatan Talango yang diwakili Budi. Ia mengapresiasi kepercayaan empat perguruan tinggi yang kembali memilih Talango sebagai lokasi KKN Kolaboratif.

“Kami menerima kehadiran mahasiswa dengan senang hati. Jagalah sikap, etika, moral, serta nilai-nilai keagamaan selama berada di tengah masyarakat. Jadikan kegiatan KKN ini sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Usai prosesi pelepasan, rombongan mahasiswa menuju Balai Desa Padike untuk mengikuti serah terima dengan pemerintah desa. Sebanyak 15 mahasiswa yang ditempatkan di desa tersebut terdiri atas enam mahasiswa UIN Madura, lima mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, dua mahasiswa Universitas Annuqayah, dan dua mahasiswa Universitas Islam Madura.

Penyerahan dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Desa Padike, Ahmad Imam Khairi, M.Pd., kepada Kepala Desa Padike, Hj. Syafaatun Nuriyah.

Baca Juga:  Pagar Roboh Saat Final Kerapan Sapi, Satu Penonton Masih Dirawat Intensif

“Kami menitipkan 15 mahasiswa kepada Pemerintah Desa Padike. Semoga mereka dapat belajar bersama masyarakat, melaksanakan program kerja dengan baik, serta memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi desa,” kata Imam Khairi.

Sementara itu, Kepala Desa Padike, Hj. Syafaatun Nuriyah, berharap kehadiran mahasiswa mampu memperkuat pembangunan desa melalui kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat.

“Kami menerima mahasiswa dengan senang hati dan berharap kehadiran mereka dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Desa Padike. Kami juga mengajak mahasiswa untuk menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat agar setiap program yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Setelah prosesi serah terima, para mahasiswa langsung menempati posko masing-masing untuk menyusun dan menjalankan program kerja selama 42 hari. Dengan mengusung semangat “KKN Kolaboratif 2026: Bersinergi, Berkolaborasi, Berdampak”, mereka diharapkan mampu menghadirkan solusi dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Padike. (Rindu – CJ/Yan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *