KARIMATA MEDIA, PAMEKASAN – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional terus digencarkan di Kabupaten Pamekasan.
Hingga 13 Juli 2026, capaian pemeriksaan kesehatan baru mencapai 29,13 persen dari target 46 persen jumlah penduduk tahun ini. Rendahnya minat masyarakat menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan program tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Pamekasan dr. Saifudin, M.Si mengatakan Cek Kesehatan Gratis merupakan program pemerintah yang dilaksanakan setahun sekali untuk mendeteksi dini kondisi prapenyakit maupun penyakit, sekaligus mengetahui faktor risiko kesehatan masyarakat sebagai dasar perencanaan pelayanan kesehatan.
“Setahun sekali masyarakat kita itu harus cek apakah ada kondisi khusus yang perlu penanganan ataukah tidak ada. Karena negara ingin tahu penduduk kita itu berapa yang sehat, berapa yang sakit, berapa yang berpotensi sakit sehingga bisa dilakukan penjagaan, perencanaan, dan evaluasi,” ujarnya saat talkshow di Radio Karimata, Selasa (14/07/2026).
Ia menjelaskan, pada awalnya pemerintah merancang pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun setiap warga. Namun, pelaksanaannya kini dibuat lebih fleksibel agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan.
“Akhirnya momen ulang tahun itu bukan menjadi satu-satunya akses menuju cek kesehatan gratis. Masyarakat bisa datang kapan saja sesuai layanan yang tersedia,” katanya.
Menurutnya, sasaran program CKG mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir usia dua hari hingga satu tahun, balita dan anak prasekolah usia 1–6 tahun, anak sekolah dan remaja usia 7–17 tahun, usia dewasa 18–59 tahun, hingga lanjut usia di atas 60 tahun.
Selain dapat dilakukan di puskesmas, layanan juga diberikan melalui berbagai kegiatan berbasis komunitas maupun jemput bola ke sejumlah lokasi.
“Kalau ada komunitas, ada kegiatan kerja bakti, ada instansi atau kelompok masyarakat yang mengundang, tim puskesmas juga siap datang memberikan layanan cek kesehatan gratis,” jelasnya.
Masyarakat cukup membawa KTP untuk mendapatkan layanan di puskesmas terdekat. Pemeriksaan dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan hingga administrasi. Seluruh hasil pemeriksaan akan terintegrasi dengan aplikasi Satu Sehat.
“Nanti masyarakat akan mendapatkan rapor kesehatan yang masuk ke HP masing-masing. Dari situ bisa diketahui kondisi kesehatannya, apa yang kurang dan apa yang perlu ditindaklanjuti,” tambahnya.
Dinas Kesehatan mencatat, hingga pertengahan Juli 2026, capaian tertinggi program CKG berada di Puskesmas Galis sebesar 41,13 persen, disusul Puskesmas Tampojung Pregi 38,37 persen, Puskesmas Talang 38,20 persen, Puskesmas Panaguan 34,90 persen, dan Puskesmas Pasean 33,25 persen.
“Sementara capaian terendah berada di Puskesmas Pegantenan 16,56 persen, diikuti Bulangan Haji 23,60 persen, Pademawu, Sopaah, dan Batumarmar yang juga masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya keinginan masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya,’’ jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, sepuluh temuan kesehatan terbanyak di Pamekasan meliputi Obesitas I sebanyak 15.616 kasus, Prehipertensi 10.160 kasus, Karies Gigi 7.594 kasus, Obesitas II 3.955 kasus, Prediabetes 2.980 kasus, Hipertensi 1.748 kasus, Dislipidemia 777 kasus, Curiga Katarak 218 kasus, Gangguan Fungsi Ginjal 203 kasus, serta Albuminuria 184 kasus.
Setelah menjalani pemeriksaan, masyarakat akan memperoleh rekomendasi tindak lanjut. Apabila memerlukan pengobatan, pasien akan dirujuk ke puskesmas sesuai wilayah kerjanya. Pengobatan dapat menggunakan BPJS Kesehatan bagi peserta aktif, sedangkan masyarakat yang belum menjadi peserta akan mengikuti mekanisme pelayanan umum.
“Mari manfaatkan cek kesehatan gratis agar kita memiliki data dasar kesehatan sejak dini. Dengan begitu penanganan bisa dilakukan lebih cepat sehingga mencegah kondisi yang lebih berat,” pungkasnya. (Melli/Ns)
Karimata Media Dinamika Madura