Rencana Penambahan Posko Damkar per Dapil Kandas Akibat Efisiensi Anggaran

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Wacana pembangunan pos Pemadam Kebakaran (Damkar) di wilayah Pantura kembali menjadi sorotan pendengar Karimata menyusul kejadian kebakaran di wilayah Batokerbuy, Kecamatan Pasean Pamekasan.

Lokasi tersebut diketahui cukup jauh dari pusat kota, sehingga armada pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk tiba di lokasi kejadian.

Ketua DPRD Pamekasan, Ali Maskur, menjelaskan bahwa rencana pembangunan pos Damkar di wilayah Pantura sebenarnya sudah lama diusulkan, namun hingga kini belum terealisasi akibat keterbatasan anggaran daerah.

Ia menyebutkan, konsep yang pernah dibahas tidak hanya satu titik di wilayah tertentu, melainkan setiap daerah pemilihan (dapil) direncanakan memiliki satu pos Damkar guna mempercepat respons penanganan kebakaran.

Baca Juga:  Sempat Bangkit, Madura United Harus Akui Keunggulan Malut United 1-2

“Sebetulnya itu sudah empat tahun yang lalu saya bahas di Komisi I waktu saya masih Ketua Komisi. Bahkan posnya itu bukan hanya di selatan atau Pantura, tapi per dapil, tiga kecamatan satu pos,” ujarnya dalam dialog tersebut.

Ia menambahkan, rencana tersebut terkendala berbagai kondisi, termasuk pandemi COVID-19 serta penyesuaian anggaran daerah, sehingga program tersebut belum dapat menjadi prioritas. Hal ini menyebabkan realisasi pembangunan pos Damkar di sejumlah wilayah tertunda hingga saat ini.

Menurutnya, jarak tempuh armada Damkar dari pusat kota yang cukup jauh masih menjadi keluhan masyarakat, terutama saat terjadi kebakaran di wilayah Pantura.

Baca Juga:  Ponpes Matsaratul Huda Pamekasan Gelar Haul Akbar, Disambut Antusias Warga

“Untuk itu, solusi ke depan menurut kami, Damkar itu tidak hanya dimiliki pemerintah daerah, tetapi juga bisa melibatkan para dermawan atau CSR. Tidak hanya untuk masjid atau fasilitas lain, tetapi juga untuk Damkar yang sangat penting bagi keselamatan masyarakat,” tambahnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa usulan tersebut akan kembali diperjuangkan dalam pembahasan anggaran daerah. Namun, keterbatasan fiskal saat ini masih menjadi tantangan utama, sehingga pemerintah daerah diharapkan dapat kembali mengkaji prioritas pembangunan pos Damkar di wilayah Pantura mengingat tingginya kebutuhan layanan darurat di kawasan tersebut. (Ag/Suk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *