KARIMATAMEDIA,PAMEKASAN — Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf menyinggung minimnya kehadiran Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) saat menghadiri kegiatan di Auditorium UIN Madura, Minggu (10/5/2026).
Hal itu disampaikan ketika Saifullah Yusuf meminta perwakilan TKSK berdiri di tengah acara. Dari jumlah yang hadir, ia menilai kehadiran petugas sosial masih rendah.
“Hanya ada kurang lebih enam perwakilan,” ujarnya.
Mensos kemudian mengingatkan pentingnya disiplin bagi pendamping sosial maupun TKSK dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat.
“Kalau kalian tidak disiplin, besok pun bisa saya berhentikan,” katanya.
Ia mengungkapkan Kementerian Sosial pada tahun lalu telah memberikan peringatan kepada lebih dari 500 pendamping PKH dan TKSK. Dari jumlah tersebut, 49 orang diberhentikan.
“Tahun ini juga sudah ada empat yang diberhentikan,” ujar dia.
Menurut Saifullah Yusuf, masih banyak kader sosial di daerah yang dinilai siap menjalankan tugas pendampingan masyarakat.
Meski demikian, ia tetap menyampaikan apresiasi kepada para petugas sosial yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih yang sudah datang. Yang saya catat tadi adalah teman-temanmu yang tidak datang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Mensos juga membahas pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat miskin. (Ainul/Lum)
Karimata Media Dinamika Madura