Abd Jamik Juri A Nasional FORKI (foto - ist-karimatamedia)

Abd Jamik, Dari Santri Pondok Hingga Juri A Nasional Karate Forki

KARIMATAMEDIA, BANDUNG – Perjalanan panjang dunia olahraga bela diri kembali melahirkan kisah inspiratif dari seorang praktisi karate asal Desa Pordapor, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Abd Jamik, yang kini resmi mengantongi peningkatan jenjang sebagai Juri A Nasional Komite Olahraga Nasional Indonesia( FORKI )  setelah mengikuti ujian upgrading nasional yang digelar oleh Pengurus Besar  Fedarasi Olahraga Karate – do Indonesia, di Bandung pada 4 hingga 7 Mei. 2026

Abd Jamik menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan ujian grid atau upgrading nasional yang diikuti oleh para juri karate dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kegiatan itu, peserta menjalani ujian teori dan praktik menggunakan soal berbahasa Inggris untuk menentukan kelayakan naik tingkat dari juri B menuju juri A nasional.

“Ini adalah upgrading untuk menjadi Juri A Nasional di PB FORKI. Jadi sebelumnya dari juri B, kemudian naik ke Juri A, dan seterusnya sampai jenjang tertinggi dalam struktur perwasitan karate nasional,” ungkap Abd Jamik, kepada Karimata Media.

Baca Juga:  BNNP Jatim Musnahkan Sabu dan Ganja di Pamekasan, Total Nyaris 18 Kg

Ia menuturkan, sistem jenjang perwasitan karate memiliki tahapan yang ketat dan berjenjang, mulai dari NC Newcomer, Juri B, Juri A, Wasit B Komite, Wasit A Komite, hingga bisa mengikuti National Referee of Karate (NRK) tingkat nasional.

Dalam kegiatan tersebut, Abd Jamik juga mengikuti dua kategori penilaian sekaligus. Ia menyebutkan, peserta yang mengikuti upgrading nasional kali ini mencapai sekitar 500 orang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk hanya empat orang dari IKAI Jawa Timur yang turut ambil bagian.

“Alhamdillah kami dinyatakan lulus juri A kata Nas dan Juri A Komite Nas ,” tambahnya

Menariknya, perjalanan Abd Jamik di dunia karate bukan hal baru. Ia mengawali karier sejak tahun 2001 saat masih menjadi santri di Pondok Pesantren Annuqayah, Nirmala, Guluk – guluk, Sumenep, Madira,  melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Baca Juga:  Gudang Rongsokan di Sumenep Terbakar Hebat, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

“Sejak saat itu saya menekuni karate sampai sekarang. Alhamdulillah bisa menjadi pelatih di Sumenep, penguji di Jawa Timur, hingga Juri A Nasional FORKI. Semua ini berkat dukungan dan bimbingan senior-senior di Jawa Timur,” ujarnya.

Sebelumnya, Abd Jamik juga telah mengikuti ujian Juri B pada tahun 2024 di BSD Tangerang, Banten, dan dinyatakan lulus. Kini, ia melangkah lebih jauh dengan peningkatan ke Juri A Nasional, yang disebutnya sebagai jenjang tertinggi dalam perwasitan karate sebelum menuju level Asia.

“Di kata ini memang level tertinggi ada di nasional dulu, setelah itu baru bisa naik ke tingkat Asia,” pungkasnya. (Sukriyanto/Ayg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *