Jelang Kedatangan Kloter Pertama, Sektor 9 Mekah Matangkan Layanan dan Konsumsi Jemaah

KARIMATAMEDIA, MEKAH — Gelombang awal jemaah haji Indonesia mulai berdatangan ke Kota Suci Makkah, menandai fase paling krusial dalam operasional haji 2026. Setelah menuntaskan Arba’in di Madinah, kedatangan perdana dijadwalkan berlangsung Kamis, 30 April 2026.

Kontributor Karimata Media di Mekkah, Nisaul Maufidah mengatakan kondisi cuaca di Mekkah cukup panas dan cenderung tidak menentu menjelang kedatangan jemaah haji Indonesia tahun 2026. Suhu udara berkisar antara 40 hingga 42 derajat Celsius.

“ Kami para petugas sudah menyiapkan berbagai layanan guna menyambut kedatangan jemaah, khususnya di Sektor 9 yang berada di kawasan Misfalah,” ujar Nisaul saat On Air di Karimata Media pada Kamis (30/4/2026) Pagi.

Persiapan penyambutan jemaah meliputi penyediaan akomodasi, konsumsi, layanan khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas, serta dukungan layanan kesehatan yang melibatkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama tim pendamping kesehatan di setiap kloter.

Baca Juga:  Keji! Anak dengan Keterbatasan Mental Diperkosa hingga Hamil di Pamekasan

“Terkait layanan konsumsi, petugas memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar, yakni tepat waktu, tepat jumlah, serta bercita rasa nusantara agar sesuai dengan selera jemaah Indonesia, “ Jelasnya.

Untuk sektor 9 sendiri, dijadwalkan akan menerima satu kelompok terbang (kloter) dengan jumlah sekitar 445 jemaah yang diperkirakan tiba pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Kedatangan ini akan disusul kloter berikutnya secara bertahap.

“ Hingga saat ini aktivitas di kawasan Masjidil Haram dilaporkan mulai padat seiring kedatangan jemaah dari berbagai negara seperti Bangladesh, Turki, Pakistan, dan Yaman. Meski demikian, jemaah masih dapat menjalankan ibadah seperti umrah dan sholat dengan relatif lancar,” Tambahnya.

Baca Juga:  Wabup Pamekasan Pantau Langsung Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tiga Kecamatan

Pelayanan jemaah haji Indonesia di Kota Suci ditata ke dalam sekitar 10 sektor layanan, meliputi wilayah Shisha, Misfalah, Marwah, hingga Raudlah. Penataan ini dirancang untuk memperkuat koordinasi antarpetugas sekaligus memastikan setiap kebutuhan jemaah dapat terpenuhi secara cepat, tepat, dan terukur.

Setiap sektor dilengkapi petugas yang siaga 24 jam, mencakup layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan. Selain itu, masing-masing sektor juga menaungi sejumlah hotel tempat jemaah menginap selama menjalankan ibadah. (Anisa/Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *