Insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur (foto - ist - karimatamedia)

Kecelakaan Di Bekasi Timur, DPRD Pamekasan Minta Pemerintah Perhatikan Keselamatan Penumpang

KARIMATA MEDIA, PAMEKASAN – Ismail, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, menyampaikan duka mendalam atas insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04/2026) Malam.

Peristiwa tersebut harus menjadi evaluasi besar bagi sistem perkeretaapian nasional, khususnya terkait pengaturan jalur dan pengendalian operasional kereta agar lebih ketat dan aman bagi penumpang.

“Saya berharap pemerintah pusat lebih serius memperhatikan aspek keselamatan perjalanan KRL agar kejadian serupa tidak kembali terulang,’’ harapnya saat On Air di Dinamika Madura Radio Karimata, Selasa (28/04/2026).

Baca Juga:  Polres Pamekasan Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2024 dan Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan

Dari informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, KRL diketahui tengah berhenti di jalur 1 dengan tujuan Cikarang. Namun, kereta api jarak jauh dari arah barat diduga masuk ke jalur yang sama hingga terjadi benturan di bagian belakang rangkaian KRL.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut total korban meninggal dunia mencapai lima orang, dengan tiga korban masih terjepit di lokasi kejadian. Selain itu, sebanyak 79 penumpang telah menjalani observasi di sembilan rumah sakit berbeda.

Baca Juga:  Safari Rahmat Ramadan Ke 5, Pmi Pamekasan Kumpulkan 1.500 Lebih Kantong Darah

Untuk membantu keluarga korban, KAI telah membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur. KAI menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi kejadian kecelakaan. (Melli/Suk)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *