Tikar Tembakau Kembali Dicari, Penjual Andalkan Media Sosial

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Musim tanam tembakau tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan tikar sebagai bagian penting dalam proses pascapanen.

Tikar tembakau digunakan khusus sebagai kemasan atau pembungkus tembakau rajangan yang telah kering. Umumnya terbuat dari anyaman daun siwalan, tikar ini dimanfaatkan oleh petani hingga gudang penyimpanan untuk menjaga kualitas tembakau saat disimpan maupun didistribusikan.

Misbahul Anwar, warga Desa Kartagenah, Kecamatan Kadur, yang merupakan salah satu pedagang tikar, menyampaikan bahwa harga jual tikar saat ini berkisar Rp48 ribu per lembar. Namun, harga tersebut masih bisa dinegosiasikan oleh pembeli.

Baca Juga:  Ledakan Mortir Di Bangkalan, Polisi Tangkap 7 Orang

“Awalnya saya tawarkan Rp48 ribu, tapi biasanya setelah ditawar bisa deal di sekitar Rp46 ribu,” ujarnya saat dikonfirmasi Gatekeeper Karimata Media, Rabu (8/4/2026) pagi.

Terkait metode penjualan, Misbahul mengaku memanfaatkan platform media sosial untuk menjangkau pembeli. Ia aktif mempromosikan dagangannya melalui Facebook dan beberapa platform lainnya.

“Saya posting di Facebook dan status WhatsApp, juga di beberapa platform lain,” katanya.

Baca Juga:  Sahabat Willy Aditya Madura Fest Vol.02 Jadi Wadah Anak Muda Asah Keberanian dan Gagasan

Selain berdagang tikar, Misbahul juga memiliki sumber penghasilan lain dengan menjual bibit tembakau milik rekannya. Dari usahanya tersebut, ia mengaku bisa meraup keuntungan mulai puluhan hingga ratusan ribu rupiah per hari.

Ia berharap musim tanam tembakau tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga berdampak positif terhadap penjualan tikar dan pendapatan para pelaku usaha terkait. (Fauzi/ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *