Foto: Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr. Syaifudin. (Dokumen-Karimata)

Dinkes Pamekasan: Solusi Masih Dicari, Biaya Membengkak Bikin Orang Tua Bayi 2 Bulan Kebingungan

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Ach. Ahmadi (25), warga Desa Bengsareh, Kecamatan Pasean, hanya bisa termenung saat anak keduanya, Muhammad Arkhana Dzikrullah, harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSU Mohammad Noer Pamekasan akibat infeksi paru berat. Di tengah kondisi tersebut, keluarga kini dihadapkan pada persoalan biaya perawatan yang belum tercover jaminan kesehatan.

Arkhana yang belum genap berusia dua bulan itu diketahui lahir pada pertengahan Februari 2026. Di usia yang masih sangat muda, bayi tersebut harus berjuang melawan penyakit serius yang menyerang paru-parunya dan memerlukan penanganan intensif dari tim medis.

Baca Juga:  Anak 11 Tahun di Sokobanah Sampang Meninggal Terseret Ombak Pantai

Kondisi ini membuat keluarga Ach. Ahmadi berada dalam tekanan, mengingat biaya perawatan yang terus meningkat selama menjalani perawatan di ruang ICU. Sementara itu, pembiayaan pengobatan belum dapat ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimiliki.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pamekasan, dr. Saifudin, menyampaikan bahwa kasus ini telah dibahas hingga ke tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Sudah kami bahas di level provinsi kemarin melalui zoom meeting. Saat ini sedang dicari langkah solutif,” ujarnya saat dikonfirmasi gatekeeper Karimata, Jumat (03/04/2026) pagi.

Ia menjelaskan, kendala utama dalam penanganan kasus tersebut terletak pada aspek administrasi. Menurutnya, pihak keluarga pasien tidak menyiapkan persyaratan sejak awal masuk rumah sakit, yang menjadi ketentuan dalam pengajuan bantuan melalui program kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Baca Juga:  Madura United Bersama Dispora Pamekasan Siap Gunakan SGMRP Musim Ini

“Akibatnya, proses pengajuan bantuan melalui skema Program Biakes Maskin (Biaya Kesehatan Masyarakat Miskin) Provinsi Jawa Timur belum dapat dilakukan sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.

Meski demikian, pihak Dinas Kesehatan memastikan tetap berupaya mencari solusi agar pasien dapat memperoleh penanganan yang dibutuhkan tanpa terbebani biaya yang berlebihan. (Bam/Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *