Ketua Bagian Hisab dan Rukyat Kabupaten Pamekasan, H. Hosen Elhas (Doc - Karimatamedia)

Gerhana Bulan Total Terlihat di Pamekasan, BHR Imbau Warga Laksanakan Shalat Gerhana

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Gerhana Bulan Total akan terjadi pada Selasa malam, 3 Maret 2026 atau bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 Hijriah. Peristiwa astronomi tersebut dapat disaksikan di wilayah Kabupaten Pamekasan dengan waktu pengamatan mulai pukul 16.49 WIB.

Ketua Bagian Hisab dan Rukyat Kabupaten Pamekasan, H. Hosen Elhas mengatakan berdasarkan hasil perhitungan metode Ad-Durul Aniq, gerhana bulan total dapat diamati secara jelas di wilayah Pamekasan.

Awal gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 16.49 WIB, kemudian memasuki fase total pada pukul 18.04 WIB. Puncak gerhana terjadi pukul 18.33 WIB, berakhir total pada pukul 19.02 WIB, dan seluruh rangkaian gerhana berakhir pada pukul 20.17 WIB.

Baca Juga:  Safari Jum’at, Ketua DPRD Pamekasan Dorong Warga Produktif dan Taat Pajak

“Berdasarkan hasil hisab yang kami lakukan, gerhana bulan total ini bisa disaksikan di Pamekasan. Fase totalnya dimulai pukul 18.04 WIB dan puncaknya pukul 18.33 WIB,” ujar H. Hosen.

Ia menambahkan, masyarakat yang hendak melaksanakan Salat Gerhana Bulan secara berjamaah dapat menyesuaikan waktunya dengan pelaksanaan Salat Tarawih mengingat peristiwa tersebut terjadi pada malam Ramadhan.

“Kami menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan momen ini dengan memperbanyak ibadah, termasuk melaksanakan shalat gerhana sesuai tuntunan syariat,” tambahnya.

  1. Hosen menjelaskan, pelaksanaan shalat gerhana dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendiri, namun lebih dianjurkan berjamaah di masjid atau musala.
Baca Juga:  Mahasiswa Pamekasan Kepung DPRD, Tolak PP Alat Kontrasepsi Untuk Remaja

“ Bagi masyarakat yang hendak melaksanakan shalat gerhana berjamaah, waktunya bisa dilakukan setelah Maghrib atau setelah Shalat Tarawih. Salat gerhana dilaksanakan dua rakaat, kemudian dilanjutkan dengan khutbah,” Tambahnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu takut menghadapi gerhana. Masyarakat tetap diminta berhati-hati dan tidak termakan isu-isu yang tidak benar.

“Gerhana ini jangan terlalu ditakuti. Ini fenomena alam biasa, tapi tetap kita sikapi dengan bijak dan penuh kewaspadaan,” Tutupnya.(Anisa/Faz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *