KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dimaknai PWI Kabupaten Pamekasan sebagai momentum untuk menegaskan kembali fungsi pers sebagai kontrol sosial. Dari refleksi tersebut, PWI Pamekasan mengangkat tema besar kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam saat On Air di Radio Karimata, menjelaskan bahwa tema tersebut berangkat dari amanat Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang menempatkan pers tidak hanya sebagai penyampai informasi dan hiburan, tetapi juga sebagai pilar edukasi serta pengawas jalannya kebijakan publik.
“Fungsi kontrol sosial inilah yang kami tekankan dalam HPN 2026 yang diperingati pada Senin, 9 Februari 2026. Pers memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kepentingan publik,” kata Hairul Anam, Jumat (06/02/2026) pagi.
Ia menuturkan, penggunaan diksi konstruktif dalam tema HPN bukan tanpa pertimbangan. Kritik yang diharapkan bukan sekadar menyampaikan persoalan, melainkan disertai solusi yang membangun dan berorientasi pada perbaikan.
“Kritik itu idealnya mengandung jalan keluar. Dalam pandangan keilmuan dan nilai keagamaan, kritik yang disampaikan dengan tujuan memperbaiki adalah bentuk nasihat. Karena itu, kami mendorong kritik yang membangun, bukan menjatuhkan,” jelasnya.
Melalui tema tersebut, PWI Pamekasan mengajak masyarakat untuk turut serta menyampaikan pandangan kritis terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Pamekasan di bawah kepemimpinan Bupati Kholilurrahman dan Wakil Bupati H. Sukrianto, dengan tetap mengedepankan etika, data, dan solusi.
Sebagai implementasi tema HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI, PWI Pamekasan menggelar lomba penulisan esai terbuka untuk masyarakat umum. Penulis tidak hanya diminta mengurai kritik terhadap kebijakan daerah, tetapi juga menawarkan rekomendasi konkret atas persoalan yang dikemukakan.
Lomba esai tersebut dibuka sejak 28 Januari hingga 10 Februari 2026, tanpa dipungut biaya. Panitia akan memilih satu naskah terbaik yang akan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp1 juta, piagam penghargaan PWI, serta kesempatan menyampaikan gagasan kritik konstruktif pada puncak peringatan HPN 2026, 16 Februari mendatang.
“Selain lomba esai, peringatan HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI Pamekasan juga diisi dengan sejumlah kegiatan pendukung, mulai dari pemeriksaan kesehatan bagi wartawan, diskusi kebangsaan, pameran seni budaya, hingga dialog lintas elemen dalam rangka penguatan empat pilar demokrasi,” ucapnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PWI Pamekasan berharap semangat jurnalisme yang kritis, beretika, dan berpihak pada kepentingan publik terus tumbuh.
“Ketika pers menjalankan fungsi kontrolnya dengan sehat, demokrasi akan bergerak dengan baik. Dan dari situ, kesejahteraan masyarakat dapat diperjuangkan bersama.” Pungkas Hairul Anam. (Bam/Mel)
Karimata Media Dinamika Madura