KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – RSUD Mohammad Noer Provinsi Jawa Timur menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) bertajuk “Sehat Mental Tanpa Stigma” di Pamekasan pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk talkshow yang membahas pengembangan layanan poli jiwa baru guna memenuhi kebutuhan masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan panelis ahli dari berbagai instansi, di antaranya: dr. Waritsah Sukarjiyah (Plt. Direktur RSUD Mohammad Noer), Hartono, S.Farm., Apt. (Kepala Seksi Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur), dr. Indriana Lestariningtias, Sp.KJ (Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dari RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan), Dra. Ifa Fadilah Halimatus Sakdiyah, M.Psi. (Guru BK SMKN 2 Pamekasan)
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Mohammad Noer, dr. Waritsah Sukarjiyah, menjelaskan bahwa poli layanan jiwa merupakan program baru yang dikembangkan pada tahun 2026 ini. Fokus layanan tahap awal difokuskan pada kunjungan rawat jalan mengingat keterbatasan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia (SDM) dokter spesialis kejiwaan yang saat ini masih didukung dari tenaga mitra.
“Kami berharap dengan adanya FKP dan tema yang kita sampaikan hari ini adalah Sehat Mental Tanpa Stigma, saya berharap masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di Pamekasan dan di wilayah Madura, bisa mengakses layanan yang ada di Rumah Sakit Mohammad Noer, walaupun ini hanya berupa kunjungan rawat jalan saja,” ujar dr. Waritsah.
Ia menambahkan, ke depan pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan ini menjadi rawat inap seiring dengan peningkatan sarana, prasarana, dan kebutuhan masyarakat. Terkait pembiayaan, layanan poli jiwa ini dapat diakses oleh masyarakat melalui BPJS Kesehatan maupun jaminan kesehatan lainnya. Bagi warga yang belum memiliki kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pihak rumah sakit juga dapat memfasilitasinya melalui program Pemprov Jatim bersama pihak Askeskin.
Sementara itu, Sekretaris Bakorwil IV Madura, Muhyi, menyambut baik dan mengapresiasi rencana pengembangan layanan kesehatan mental ini. Menurutnya, layanan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat berdasarkan data dan komitmen yang telah dipaparkan.
“Ya itu kalau rencana ini sangat bagus sekali, apalagi dipaparkan tadi ada komitmen. Kebutuhan masyarakat itu butuh, dan itu yang direspon oleh Rumah Sakit Mohammad Noer sebagai kebutuhan, itu yang harus direspon oleh pemerintah,” ungkap Muhyi.
Terkait fasilitas pendukung, Muhyi menegaskan bahwa pembangunan fasilitas akan dilakukan secara bertahap mengingat kompleksnya penanganan masalah kesehatan dan gangguan kejiwaan, yang memerlukan komitmen bersama dari berbagai pihak. (Fauzi/suk)
Karimata Media Dinamika Madura