Musik Daul Pamekasan Jadi WBTB, Generasi Muda Disiapkan Jadi Penerus

KARIMATA MEDIA, PAMEKASAN – Asosiasi Musik Daul Pamekasan menggelar workshop untuk membahas penguatan organisasi, program kerja, serta upaya pembinaan dan pelestarian musik daul sebagai salah satu kesenian khas Pamekasan.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung PKPN Pamekasan tersebut diikuti para musisi, pemerhati musik daul, serta sejumlah kelompok musik daul dari berbagai kecamatan yang tergabung dalam Asosiasi Musik Daul Pamekasan atau Asmuda.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pamekasan, Hairul Saleh mengatakan workshop tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus membedah perjalanan musik daul, mulai dari sejarah hingga perkembangannya saat ini.

Menurutnya, musik daul merupakan perkembangan dari musik patrol yang dahulu dimainkan masyarakat Pamekasan pada bulan Ramadan. Dalam perkembangannya, musik daul mengalami penyesuaian dengan zaman, termasuk penggunaan sejumlah alat musik modern.

Baca Juga:  Terekam CCTV! Pelaku Curi Tabung Gas Elpiji 3 Kg di Gladak Anyar, Pamekasan

“Pada prinsipnya mereka yang tergabung dalam Asmuda sepakat bahwa musik-musik tradisional sebagai cikal bakalnya musik daul tetap dipelihara. Cuma memang berdasarkan tantangan zaman harus disesuaikan dengan zaman kekinian,” jelasnya.

Pengenalan musik daul dilakukan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, sehingga generasi muda memiliki pemahaman terhadap kesenian dan budaya daerahnya.

Upaya tersebut menjadi semakin penting setelah musik daul Pamekasan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia milik Kabupaten Pamekasan pada 4 September.

Baca Juga:  Ibu Diduga Aniaya Anak Kandung hingga Meninggal di Pademawu, Polisi Amankan Pelaku

Hairul mengatakan, keberadaan Asmuda diharapkan dapat menjadi wadah silaturahmi para pemerhati dan pelaku musik daul sekaligus menjadi ruang transformasi pengetahuan kepada generasi muda.

“Adanya Asosiasi Musik Daul di Pamekasan ini sebagai ajang silaturahmi pemerhati, juga dalam rangka transformasi kepada anak-anak muda yang masih peduli terhadap musik tradisional,” katanya.

Selain memperkuat pembinaan pelaku seni, pemerintah juga mendorong penguatan organisasi dan pengembangan potensi musik daul agar memiliki nilai ekonomi dan dapat membawa nama Pamekasan ke tingkat yang lebih luas. (Anisa/Ayg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *