KARIMATAMEDIA, SAMPANG – Dua anak muda pecinta olahraga Rock Climbing asal Sampang, Madura, menjadi calon bibit unggul atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sampang.
Ali Fajar Romadan biasa dipanggil Afro usia 8 tahun siswa Kelas 2 SDN Pangarengan II Kabupaten Sampang Madura. Dia mulai ramai diperbincangkan saat ikut upacara 17 Agustus 2026 di puncak Gunung Penanggungan Mojokerto.
“Ini kemauan anaknya sudah lama, dan tiba-tiba menagih untuk mau muncak 17 Agustus kemarin, jadi kita bersama-sama naik bersama sang kakaknya,” ujar Abd. Qodir ayah yang juga seorang Jurnalis ini.
Afro panggilan akrabnya, suka panjat tebing karena melihat sang kakak yang juga dari masih muda berlatih Climbing
“Ya jika Afro belum naik podium mas, terakhir hanya 8 besar di Kejurprov di kelasnya. Karena sementara saya hanya izinkan dia untuk ikut kakaknya meski hanya untuk main-main saja, selebihnya baru lebih disiplin. Bahkan pelatihnya juga tidak menekan Afro beda dengan kakaknya,” kata Qodir, Kamis (20/8/2026) siang.
Afro berangkat dari Sampang menuju pos penanggungan di Mojokerto, hari Sabtu (15/8/2026) pagi. Bagi mereka target mendaki selain menambah pengalaman dan upacara di puncak Gunung Penanggungan yang memiliki ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hal ini tidak banyak dilakukan oleh pendaki usia 8 tahun.
“Untuk pengalaman anak-anak (Afro dan Yustom) upacara di puncak gunung, sekaligus melatih mental dan fisik mereka, terutama kakaknya (Yustom) yang sudah jadi atlet muda FPTI Sampang,” ungkap M. Qodir.
Dua calon atlet panjat tebing Sampang putra pasangan Mohammad Qodir dan ibu Musdalifah ini sangat mengidolakan atlet Nasional seperti Veddriq Leonardo Andalan utama nomor speed (panjat cepat) peraih medali emas di Olimpiade Paris 2024 serta Putra Tri Ramadani (Srondeng) atlet muda di nomor lead (jalur sulit) yang sukses meraih medali emas bersejarah di World Climbing Series Praha 2026.
“Ya om ingin seperti mereka, pokoknya yang penting kita dapat restu dari mama, kita punya prinsip Atas ijin dan doa mama, takdir pun saya lawan, nilai imbang saya tidak terima,” ujar mereka sambil tersenyum di rumahnya Desa Apa’an Kecamatan Pangarengan, Sampang.
Hal yang sama juga disampaikan Achmad Yustom Israh R. (Ayus) Siswa Kelas 2 ini peraih medali di Kejuaraan Cabang olahraga panjat tebing dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 dipertandingkan untuk jenjang SMP/MTs Se Kabupaten Sampang.
“Dengan doa mama dan motivasi ayah, semoga bisa lebih berprestasi om, dan menginspirasi adik (Afro) agar bisa lebih berprestasi dari saya. Karena saya baru berlatih dari kelas 4 dulu, Saya akan lebih giat berlatih di bawah bimbingan pelatih di Gemilang Club Climbing (GCC),” kata Yusron siswa (13 tahun) Kelas 2 SMP Darussuahid Sampang. (Hendra/Ag)
Karimata Media Dinamika Madura