KARIMATAMEDIA, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep memindahkan rencana lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) setelah lahan yang sebelumnya disiapkan di Desa Patean, Kecamatan Batuan, terkendala status Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Sebagai gantinya, Pemkab Sumenep menyiapkan lahan alternatif di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, yang dinilai lebih strategis karena lokasinya relatif dekat dengan jalan raya. Penyesuaian lokasi tersebut dilakukan setelah pemerintah pusat meminta akses menuju kawasan Sekolah Rakyat tidak terlalu jauh dari jalan utama.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, saat ini pemerintah daerah masih fokus memastikan kesiapan akses menuju lahan alternatif tersebut, termasuk menyesuaikan akses jalan agar memenuhi kebutuhan pembangunan Sekolah Rakyat.
“Sekarang kita melakukan penyesuaian seperti yang menjadi harapan pemerintah pusat, yaitu akses jalan,” ujar Fauzi, Jumat (14/8/2026).
Menurut Fauzi, lokasi sebelumnya memiliki persoalan pada akses karena jarak dari jalan utama dinilai terlalu jauh. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan pemerintah pusat sehingga Pemkab Sumenep diminta mencari lokasi yang lebih mudah dijangkau.
“Akses lahan yang pertama itu terlalu jauh, maka kita diminta pindah,” ungkapnya.
Pemkab kemudian menemukan lahan alternatif yang berada tidak terlalu jauh dari jalan raya dan dianggap lebih memungkinkan untuk pembangunan kompleks Sekolah Rakyat. Lahan tersebut sebelumnya diproyeksikan untuk kawasan sport center di Desa Gunggung. (Sukriyanto/Ayg)
Karimata Media Dinamika Madura