Lidia Candra Sari, S.Ag., M.Pd
Guru SMP Plus Nurul Hikmah Pamekasan
- Pendahuluan
Praktik penegakan disiplin di ruang kelas masih sering identik dengan hukuman. Ketika siswa melanggar aturan, respon yang muncul kerap berupa teguran keras, sanksi, bahkan bentuk hukuman tertentu. Pendekatan ini memang dapat menciptakan ketertiban dalam waktu singkat, tetapi seringkali tidak menyentuh akar persoalan, yaitu kesadaran diri siswa. Akibatnya, disiplin yang terbentuk bersifat semu, patuh karena takut, bukan karena memahami.(Fadilah & F, 2021)
Di tengah tuntutan pendidikan abad ke-21, pendekatan semacam ini menjadi kurang relevan. Pendidikan tidak hanya dituntut menghasilkan siswa yang taat aturan, tetapi juga individu yang mampu berpikir kritis, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran dalam bertindak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan disiplin yang tidak hanya mengontrol perilaku, tetapi juga membangun kesadaran dari dalam diri peserta didik.(Rahayu dkk., 2022)
Di lingkungan sekolah berbasis nilai Islam, terdapat praktik pembelajaran yang mengedepankan disiplin positif. Pendekatan ini tidak lagi berpusat pada hukuman, melainkan pada pembinaan kesadaran, refleksi, dan tanggung jawab. Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, dan adab menjadi fondasi dalam membentuk perilaku siswa.(Muftia Salma Nurpadilah dkk., 2024)
- Pembahasan
- Dari Kontrol Eksternal ke Kesadaran Internal
Selama ini, disiplin sering dipahami sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan yang ditegakkan melalui kontrol eksternal. Guru menjadi pusat kendali, sementara siswa berada pada posisi yang harus mengikuti. Pola ini memiliki kelemahan mendasar, yaitu ketergantungan pada pengawasan. Ketika kontrol melemah, kedisiplinan pun ikut menurun.
Disiplin positif hadir sebagai pendekatan yang menekankan pentingnya kesadaran internal. Dalam pendekatan ini, siswa diajak untuk memahami makna di balik aturan, menyadari konsekuensi dari tindakan mereka, serta belajar bertanggung jawab secara mandiri.(Adlan Surya Saputra, 2023)
Dalam praktiknya, ketika siswa melakukan pelanggaran, guru tidak langsung memberikan hukuman. Sebaliknya, guru membuka ruang dialog. Siswa diajak merefleksikan perilaku yang dilakukan, mengidentifikasi penyebabnya, dan merancang langkah perbaikan. Proses ini mendorong siswa untuk berpikir, bukan sekadar patuh. Perubahan ini menjadikan siswa sebagai subjek dalam proses pembelajaran, bukan sekadar objek yang dikendalikan.(Pitrianti dkk., 2026)
- Peran Nilai-Nilai Islam dalam Membangun Disiplin
Di lingkungan sekolah berbasis nilai Islam, disiplin tidak hanya dipahami sebagai aturan formal, tetapi sebagai bagian dari nilai kehidupan. Konsep amanah, istiqamah, dan adab menjadi dasar dalam membentuk perilaku siswa.(Muhsinin, 2013)
Ketika siswa memahami bahwa menjaga waktu adalah bentuk tanggung jawab, atau menghormati guru adalah bagian dari adab, maka kepatuhan tidak lagi terasa sebagai tekanan, melainkan sebagai kebutuhan. Nilai-nilai ini membentuk kesadaran yang lebih mendalam dibandingkan sekadar aturan tertulis.(Muthoharoh, 2021)
- Praktik Reflektif dalam Pembelajaran
Salah satu bentuk implementasi disiplin positif adalah melalui kegiatan refleksi. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak untuk memahami pengalaman belajar mereka.(Nurvayanti dkk., 2025)
Sebagai contoh, di akhir pembelajaran, siswa dapat diminta menuliskan apa yang mereka pelajari, kesulitan yang dihadapi, serta rencana perbaikan ke depan. Kegiatan sederhana ini membantu siswa mengenali proses belajar mereka dan membangun tanggung jawab terhadap perkembangan diri.(Andrean dkk., 2019)
Selain itu, guru juga memberikan ruang dialog yang terbuka. Siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, kendala, dan perasaan mereka. Ketika siswa merasa didengar, mereka cenderung lebih terbuka dan lebih mudah diarahkan.(Ouralita dkk., 2023)
- Dampak terhadap Karakter dan Kualitas Pembelajaran
Penerapan disiplin positif memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan siswa. Mereka menjadi lebih mandiri, memiliki kesadaran yang lebih tinggi, serta mampu mengelola perilaku dengan lebih baik.(Mukarromah & Wulandari, 2025)
Siswa tidak lagi belajar karena tekanan, tetapi karena memiliki tujuan dan kesadaran. Hal ini berdampak pada meningkatnya keterlibatan dalam pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif, reflektif, dan bertanggung jawab terhadap proses belajar mereka.(Age dkk., 2026)
Selain itu, suasana kelas menjadi lebih kondusif. Hubungan antara guru dan siswa terbangun atas dasar kepercayaan dan saling menghargai. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman mendorong siswa untuk berkembang secara optimal.(Amaliah & Sudana, 2021)
- Kontribusi bagi Masa Depan Pendidikan
Mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi tersebut.(Siahaan dkk., 2026)
Disiplin positif berbasis kesadaran menjadi salah satu pendekatan yang relevan dalam menjawab tantangan ini. Dengan membangun kesadaran sejak dini, siswa tidak hanya menjadi individu yang patuh, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab.(Zebua dkk., 2026)
Integrasi nilai-nilai dalam pembelajaran juga memberikan dimensi moral dan spiritual yang memperkuat karakter siswa. Hal ini penting dalam menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kepribadian.(Ika Sundari dkk., 2025)
Dengan demikian, ruang kelas tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter seutuhnya.(Rusmanto & Hanif, 2024)
- Penutup
Mengubah pendekatan disiplin dari berbasis hukuman menjadi berbasis kesadaran merupakan langkah penting dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Pengalaman praktik di lingkungan sekolah berbasis nilai Islam menunjukkan bahwa disiplin positif mampu membentuk siswa yang tidak hanya patuh, tetapi juga sadar dan bertanggung jawab.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membangun karakter yang menjadi fondasi bagi masa depan. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk terus mengembangkan strategi pembelajaran yang menekankan pada proses, refleksi, dan internalisasi nilai.
Dari ruang kelas yang sederhana, perubahan besar dapat dimulai. Ketika disiplin lahir dari kesadaran, maka di situlah tumbuh generasi yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
DAFTAR RUJUKAN
Adlan Surya Saputra. (2023). Menumbuhkan Disiplin Diri Melalui Disiplin Positif Restitusi. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(2), 5666–5682. https://doi.org/10.36989/didaktik.v9i2.1367
Age, A. A., Indreswari, H., & Bariyyah, K. (2026). Potret Love of Learning Siswa Sekolah Menengah: Motivasi Intrinsik, Keterlibatan Kognitif, dan Kegigihan Belajar. Jurnal Bimbingan dan Konseling Section, 9(1). https://doi.org/10.33627/gw.v9i1.4399
Amaliah, R. F., & Sudana, D. (2021). Menyelidiki Hubungan Guru-Siswa dan Bagaimana Korelasinya dengan Performa Menulis Siswa selama Pembelajaran Online. Jurnal Penelitian Pendidikan, 21(2), 142–155. https://doi.org/10.17509/jpp.v21i2.37412
Andrean, N. J., Noer, S. H., & Asmiati, A. (2019). Pengembangan Pembelajaran Penemuan Terbimbing Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Dan Kemandirian Belajar Siswa. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 8(2), 270–278. https://doi.org/10.24127/ajpm.v8i1.1818
Fadilah, S. N., & F, N. (2021). Implementasi Reward dan Punishment Dalam Membentuk Karakter Disiplin Peserta Didik Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Jember. EDUCARE: Journal of Primary Education, 2(1), 87–100. https://doi.org/10.35719/educare.v2i1.51
Ika Sundari, Rizki Hafni Rambe, & Indah Ramadhani Putri. (2025). Integrasi Nilai-Nilai Karakter Dalam Pembelajaran PAI di Era Digitalisasi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri. TA’DIBAN: Journal of Islamic Education, 5(1), 65–74. https://doi.org/10.61456/tjie.v5i1.239
Muftia Salma Nurpadilah, Ikin Asikin, & Dinar Nur Inten. (2024). Implementasi Program Disiplin Positif Dalam Membentuk Karakter MAJU (Mandiri, Agamis, Jujur, Unggul) Siswa Kelas VIII di SMPN 15 Bandung. Bandung Conference Series: Islamic Education, 4(1), 52–59. https://doi.org/10.29313/bcsied.v4i1.10480
Muhamad Rifki Al Munajar, Khusnul Latifah, Z., & Tasti Adri, H. (2025). Peran Guru Sebagai Evaluator Terhadap Minat Belajar Siswa Melalui Penilaian Proses Dan Hasil Belajar Siswa Kelas Tinggi Di Sekolah Dasar. AL – KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA, 3(2), 91–96. https://doi.org/10.30997/alkaff.v3i2.18897
Muhsinin, M. (2013). Model Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Islam Untuk Membentuk Karakter Siswa Yang Toleran. Edukasia : Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 8(2). https://doi.org/10.21043/edukasia.v8i2.751
Mukarromah, L., & Wulandari, A. (2025). Implementasi Segitiga Restitusi terhadap Pembentukan Disiplin Positif dan Kecerdasan Emosional. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(2), 2232–2235. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i2.7107
Muthoharoh, M. (2021). Internalisasi nilai-nilai Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah. TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM, 3(02), 24–31. https://doi.org/10.52166/tabyin.v3i02.145
Nurvayanti, N., Bahrani, B., & Sukamto, A. (2025). Refleksi Belajar Siswa Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Journal of Instructional and Development Researches, 5(6), 816–828. https://doi.org/10.53621/jider.v5i6.666
Ouralita, S., Ardyansyah, F., Yantoro, Y., & Setiyadi, B. (2023). Dampak Komunikasi Interpersonal Guru dan Orang Tua pada Motivasi Belajar Siswa di SDN 17/I RANTAU PURI. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(9), 6556–6561. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i9.2795
Pitrianti, S., Kartadireja, W. N., & Nurhayati, N. (2026). Metode Sokratik Berbasis Dialog Reflektif Dan Isu Kontekstual Dalam Pembelajaran Berbicara Argumentatif. Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 15(1). https://doi.org/10.22460/semantik.v15i1.p81-92
Rahayu, R., Iskandar, S., & Abidin, Y. (2022). Inovasi Pembelajaran Abad 21 dan Penerapannya di Indonesia. Jurnal Basicedu, 6(2), 2099–2104. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i2.2082
Rivai, R., Zubaidi, M., & Hasim. (2025). Dampak Disiplin Positif Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini di TK Negeri Pembina. Student Journal of Community Education, 4(2). https://doi.org/10.37411/sjce.v4i2.4146
Rusmanto, R., & Hanif, Muh. (2024). Pendidikan Holistik untuk Pengembangan Karakter di SD Islam Bustan El Firdaus. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(8), 9100–9110. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i8.5261
Siahaan, R. D. R., Ambarita, P. D. E., Saragih, V. R., Napitupulu, R. P., & Pane, E. P. (2026). Pemberdayaan Sekolah melalui Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Profil Pelajar Pancasila dalam Membangun Generasi Unggul dan Berkarakter. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1). https://doi.org/10.70340/japamas.v5i1.592
Zebua, S. R., Bawamenewi, A., Lase, F., & Harefa, H. O. N. (2026). Strategi Guru dalam Menerapkan Disiplin Positif untuk Membetuk Karakter Tanggung Jawab Siswa. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(3), 3746–3756. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i3.11092
BIODATA
Lidia Candra Sari, S.Ag., M.Pd. merupakan seorang pendidik yang aktif mengabdikan diri di bidang pendidikan Islam. Saat ini, ia mengajar di SMP Plus Nurul Hikmah Pamekasan, dengan fokus pada Guru Tahfidz sekaligus pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan peserta didik.
Ia menempuh pendidikan tinggi di bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (S1) dan Pendidikan Agama Islam hingga jenjang magister (S2), serta memiliki pengalaman belajar dan mengabdi di lingkungan pesantren, khususnya di Ma’had Tahfidh Al-Qur’an Al-Amien Prenduan, Sumenep. Pengalaman tersebut membentuk kompetensi akademik sekaligus spiritual dalam dirinya, terutama dalam bidang Tahfidz Al-Qur’an dan pengasuhan santri.
Selain aktif mengajar, penulis juga terlibat dalam berbagai kegiatan kepemimpinan dan organisasi di lingkungan pesantren, yang semakin menguatkan kapasitasnya dalam manajemen pendidikan dan pembinaan karakter. Minat kajiannya meliputi pendidikan karakter, disiplin positif berbasis nilai Islam, serta integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam proses pembelajaran.
Melalui karya tulis dan praktik pendidikan yang dijalankannya, ia berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang humanis, reflektif, dan berorientasi pada pembentukan kesadaran peserta didik, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan yang beradab dan berkelanjutan.
*Lidia Candra Sari, S.Ag., M.Pd : Guru SMP Plus Nurul Hikmah Pamekasan
Karimata Media Dinamika Madura