Obesitas ilustrasi (foto -doc-karimatamedia)

Obesitas Terdeteksi Jadi Penyakit Terbanyak di Pamekasan

KARIMATA MEDIA, PAMEKASAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mengungkap tingginya kasus obesitas di tengah masyarakat. Hingga pertengahan Juli 2026, hasil pemeriksaan mencatat Obesitas I menjadi temuan terbanyak dengan 15.616 kasus, disusul prehipertensi 10.160 kasus, karies gigi 7.594 kasus, Obesitas II 3.955 kasus, prediabetes 2.980 kasus, dan hipertensi 1.748 kasus.

Selain itu, petugas kesehatan juga menemukan 777 kasus dislipidemia, 218 kasus dugaan katarak, 203 kasus gangguan fungsi ginjal, serta 184 kasus albuminuria dari warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan dr. Saifudin, M.Si mengatakan, temuan tersebut merupakan hasil pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), salah satu program prioritas nasional yang bertujuan mendeteksi dini faktor risiko maupun penyakit di masyarakat.

Baca Juga:  Satpol PP Pamekasan Berhasil Menjaring 4 PSK dalam Razia di Hotel

“Data itu mencakup seluruh kecamatan di Kabupaten Pamekasan dari hasil pemeriksaan yang telah kami lakukan,” katanya kepada Karimata Media.

Meski telah menjangkau seluruh kecamatan, capaian program CKG di Pamekasan masih tergolong rendah. Hingga 13 Juli 2026, jumlah warga yang menjalani pemeriksaan baru mencapai 29,13 persen dari target 46 persen penduduk yang ditetapkan tahun ini.

Saifudin menyebut, rendahnya partisipasi masyarakat menjadi tantangan terbesar dalam pelaksanaan program tersebut.

“Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya keinginan masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Menurutnya, pola hidup sehat jauh lebih penting dibandingkan harus menjalani pengobatan setelah penyakit muncul.

Baca Juga:  Sosialisasi Desa Binaan, Upaya Imigrasi Pamekasan Lindungi Pekerja Migran dari TPPO

“Mari menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup sehat, istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin berolahraga. Pengobatan itu adalah jalan terakhir, sehingga yang paling penting adalah mencegah penyakit sejak dini,” ujarnya.

Dinkes Pamekasan juga mencatat capaian pemeriksaan tertinggi berada di Puskesmas Galis sebesar 41,13 persen, disusul Puskesmas Tampojung Pregi 38,37 persen, Puskesmas Talang 38,20 persen, Puskesmas Panaguan 34,90 persen, dan Puskesmas Pasean 33,25 persen.

Sementara itu, capaian terendah tercatat di Puskesmas Pegantenan yang baru mencapai 16,56 persen, diikuti Puskesmas Bulangan Haji 23,60 persen, serta Puskesmas Pademawu, Sopaah, dan Batumarmar yang juga masih berada di bawah rata-rata kabupaten. (Sukriyanto/Lum)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *