KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten Pamekasan bersama Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) terus mematangkan persiapan penyambutan jemaah haji yang akan kembali dari Tanah Suci pada 20 hingga 21 Juni 2026 mendatang.
Kepala Kemenhaj Pamekasan, H. Abdul Halim, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi jemaah yang saat ini masih berada di Makkah. Sesuai jadwal, seluruh jemaah akan bergerak menuju Madinah pada 11 Juni 2026 untuk menjalani rangkaian ibadah selama sembilan hari sebelum kembali ke Indonesia.
Menurutnya, koordinasi intensif telah dilakukan bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), pemerintah daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan proses pemulangan berjalan lancar.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan KBIH dan hari ini bersama Forkopimda mematangkan seluruh titik pemulangan jemaah haji di Pamekasan,” ujarnya saat on air di Dinamika Madura Rabu (08/06/2026) pagi.
Untuk Kloter 73, titik pemulangan dijadwalkan berada di Masjid Agung Pamekasan, Pondok Pesantren Al-Hamidi Banyuanyar Timur, serta Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen.
“Sementara Kloter 74 akan dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Ulum yang berada di belakang Mako Brimob Pamekasan. Kloter 75 memiliki beberapa titik pemulangan, yakni SD Plus Nurul Hikmah, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Barat, dan Pondok Pesantren At Tauhid Panempan Pamekasan,” tambahnya.
Sedangkan seluruh jemaah Kloter 76, mulai dari rombongan Bus 1 hingga Bus 9, akan diturunkan di depan Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan.
Halim menjelaskan, Kloter 73 dijadwalkan tiba di Pamekasan pada 20 Juni 2026 pukul 21.15 WIB. Kloter 74 menyusul pada hari yang sama pukul 22.55 WIB. Sementara Kloter 75 diperkirakan tiba pada 21 Juni 2026 pukul 06.00 WIB dan Kloter 76 pada pukul 08.00 WIB. Pihaknya merancang penyambutan dilakukan secara seremonial.
“Penyambutan akan dilakukan oleh Bupati Pamekasan, jajaran Forkopimda, para kiai, alim ulama, pengurus KBIH, serta penyelenggara umrah dan haji yang akan berkumpul di kawasan Masjid Agung Pamekasan,” katanya.
Halim menambahkan, keluarga jemaah yang ingin menjemput langsung ke Asrama Haji Surabaya tetap diperbolehkan dengan syarat melapor ke Kantor Kemenhaj Pamekasan untuk mendapatkan surat pengantar resmi.
“Penjemputan di Surabaya diperbolehkan dengan alasan yang jelas, misalnya karena jemaah lansia, disabilitas, atau keluarga memang berdomisili di Surabaya,” jelasnya.
Terkait kelancaran arus lalu lintas saat kedatangan jemaah, Kementerian Agama juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Dalam waktu dekat akan digelar rapat lanjutan guna menyusun rekayasa lalu lintas dan pengamanan pada 20 hingga 21 Juni mendatang.
Ia berharap seluruh jemaah haji khususnya Pamekasan sehat hingga kembali ke tanah air. (Ayu/Mel)
Karimata Media Dinamika Madura