Foto: Foto Sosok Pocong yang Viral. (Ist-Karimata)

Pendengar Karimata Resah Usai Beredarnya Foto Pocong Diduga Bawa Celurit Datangi Rumah Warga di Pamekasan

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Sebuah foto yang memperlihatkan sosok menyerupai pocong berdiri di depan rumah warga ramai beredar di media perpesanan WhatsApp dan media sosial masyarakat Kabupaten Pamekasan Senin (25/05/2026) malam, hingga memicu keresahan warga.

Sejumlah pendengar Radio Karimata juga mengirimkan foto tersebut dan mengaku khawatir lantaran dalam narasi berbahasa Madura yang ikut beredar disebutkan adanya sosok pocong berkeliaran di wilayah Pamekasan sambil membawa senjata tajam jenis celurit.

Dalam pesan yang beredar tertulis “iyeh depak ka kanginan lah e PMK” dan “jhek caan ppolana sambih ngibe senjata tajam”. Foto tersebut memperlihatkan sosok berpakaian putih berdiri di depan rumah warga pada malam hari.

Namun setelah ditelusuri Gatekeeper Karimata Media, informasi yang beredar tersebut tidak mengarah pada aksi begal maupun kriminalitas. Fenomena sosok pocong yang meresahkan warga juga ramai diperbincangkan di sejumlah wilayah Jawa Timur dan diduga merupakan konten prank atau aksi iseng yang dibuat untuk menakut-nakuti warga.

Baca Juga:  Uji Lab Selesai, Makanan MBG di Tlanakan Pamekasan Terbukti Terkontaminasi

Fenomena tersebut juga dikutip dari laporan CNN Indonesia terkait maraknya isu “teror pocong” di sejumlah daerah Jawa Timur yang sempat membuat warga resah. Beberapa kejadian viral di media sosial disebut merupakan aksi prank maupun konten yang sengaja dibuat untuk menakut-nakuti masyarakat.

Dalam penelusuran yang beredar di Jawa Timur, polisi bahkan mengamankan dua remaja berinisial MA dan AB di Lamongan yang diduga membuat konten pocong untuk prank dan menakut-nakuti warga. Keduanya disebut masih berusia 17 tahun.

Baca Juga:  Lengah Saat Berkendara, Laka Lantas Terjadi di Jalan Raya Trunojoyo Pamekasan

Menanggapi beredarnya informasi tersebut, Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama memastikan kabar yang ramai di media sosial tersebut tidak benar atau hoaks. Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik ataupun mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

“Konten semacam itu kerap dibuat hanya untuk menarik perhatian publik di media sosial tanpa mempertimbangkan dampak keresahan yang ditimbulkan di tengah masyarakat,” katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih bijak sebelum membagikan ulang sebuah unggahan, khususnya informasi yang belum terverifikasi. Evan meminta warga memastikan terlebih dahulu sumber informasi sebelum menyebarkannya agar tidak ikut memperkeruh situasi dengan penyebaran hoaks. (Bam/Faz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *