KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Pegadaian Syariah menghadirkan solusi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan porsi haji lebih cepat melalui produk Pegadaian Arrum Haji.
Program tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh nomor porsi haji tanpa harus menunggu tabungan mencapai Rp25 juta terlebih dahulu.
Hal itu disampaikan Ade Syahrizal Trisnawan, Sales Channel sekaligus pembicara Haji Area Madura saat Talkshow di Radio Karimata, Jumat (22/05/2026).
Ade menjelaskan, Pegadaian merupakan perusahaan BUMN di bidang jasa keuangan yang memiliki tiga lini bisnis utama, yakni gadai, mikro, emas dan jasa lainnya. Khusus di Madura, seluruh layanan Pegadaian sejak tahun 2018 telah berubah menjadi Pegadaian Syariah.
“Mulai dari Bangkalan sampai Arjasa seluruh layanan Pegadaian di Madura sudah berbasis syariah,” ujarnya.
Menurut Ade, masih banyak masyarakat yang menunda mendaftar haji karena terkendala biaya setoran awal dan panjangnya antrean keberangkatan. Padahal, semakin lama mendaftar maka usia calon jemaah saat berangkat juga semakin tua, sementara ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang baik.
“Kalau masyarakat masih harus menunggu tabungan hajinya terkumpul Rp25 juta dulu, maka masa tunggunya akan semakin lama,” katanya.
Ia menyebut, untuk haji reguler masyarakat harus menyetor dana awal sebesar Rp25 juta ke Kementerian Agama. Sementara biaya pelunasan haji tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp55 hingga Rp56 juta dengan masa tunggu sekitar 25 sampai 35 tahun.
Sedangkan untuk Haji Plus, setoran awal mencapai 5.000 USD dengan masa tunggu sekitar 7 hingga 9 tahun.
Melalui produk Arrum Haji, Pegadaian Syariah memberikan pembiayaan pendaftaran haji menggunakan mekanisme rahn atau gadai syariah. Nasabah dapat memperoleh pembiayaan sebesar Rp25 juta dengan tenor mulai 12 hingga 60 bulan.
“Syaratnya cukup memiliki emas setara 3,5 gram logam mulia atau tabungan emas Pegadaian minimal 3,5 gram,” jelas Ade.
Selain itu, calon nasabah harus berusia minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun. Untuk tenor lima tahun, cicilan Arrum Haji berkisar Rp667 ribu per bulan.
Ade juga mengingatkan masyarakat untuk mulai menabung emas selama menunggu jadwal keberangkatan haji. Menurutnya, nilai emas cenderung naik sehingga dapat membantu mengimbangi kenaikan ongkos naik haji dari tahun ke tahun.
“Kalau tahun 2011 biaya ONH setara sekitar 70 gram emas, tahun 2026 hanya sekitar 20 gram emas saja,” ungkapnya.
Selain Arrum Haji reguler, Pegadaian Syariah juga menyediakan produk Arrum Haji Plus dengan pembiayaan setoran awal sebesar 5.000 USD. Produk tersebut mensyaratkan jaminan emas setara 7,5 gram logam mulia dengan cicilan tenor lima tahun sekitar Rp2,3 juta per bulan.
Tak hanya itu, Pegadaian Syariah juga memiliki produk Arrum Safar untuk pembiayaan perjalanan religi seperti umrah maupun wisata luar negeri.
“Produk Arrum Safar ini menggunakan akad rahn dengan jaminan emas atau barang berharga lainnya untuk kebutuhan wisata religi dan wisata lainnya,” terangnya.
Ade menambahkan, seluruh layanan Pegadaian Syariah diawasi langsung oleh Dewan Pengawas Syariah dan telah memperoleh persetujuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Bambang/Mel)
Karimata Media Dinamika Madura